Antisipasi Kerumunan, Sistem Buka Tutup Jalan Diberlakukan

KBRN,Bandung: Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung memberlakukan sistem buka tutup jalan di sejumlah ruas jalan protokol di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang diperketat yang akan lebih awal dilakukan. 

Sebelumnya, buka tutup jalan dilakukan pukul 21.00 Wib namun saat ini akan dimulai sejak pukul 18.00 Wib hingga 06.00 Wib.

"(Buka tutup jalan) dipercepat jadi jam 18.00 Wib sampai jam 06.00 Wib seperti di Braga, Asia Afrika dan Dewi Sartika. Biasanya (jalan itu) ramai malam Jumat, malam Sabtu dan Malam minggu," ujar Sekretaris Dinas (Sekdis) Kota Bandung, Agung Purnomo kepada wartawan di Bandung, Minggu(13/09/2020).

Agung mengatakan pelaksanaan buka tutup jalan di ruas jalan protokol akan dipercepat. Menurutnya, sejumlah ruas jalan yang berpotensi memunculkan  keramaian akan ditutup seperti di Jalan Asia Afrika, Jalan Braga dan Jalan Dewi Sartika.

Selain itu, menurut Purnomo, pihaknya banyak melakukan sistem buka tutup jalan pada waktu yang rawan munculnya keramaian masyarakat seperti di akhir pekan. Namun, pihaknya, tidak menutup kemungkinan melakukan buka tutup jalan pada hari-hari biasa melihat kondisi penyebaran virus corona.

"Kita batasi di pusat kota, didampingi satpol PP yang melakukan monitoring dan pengawasan," paparnya.

Purnomo mengatakan, pihaknya juga melakukan buka tutup jalan di kawasan komplek pemerintahan yang tidak berhubungan dengan aktivitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, belum dapat kembali memberlakukan cek poin di wilayah perbatasan karena terkendala oleh anggaran. Menurutnya, pembatasan di pusat-pusat keramaian di Kota Bandung dapat meminimalisasi potensi kerumunan masyarakat.

"Pasca AKB, (buka tutup jalan) waktunya dipercepat dan denda (bagi yang tidak memakai masker). Selama ini memperingati yang tidak pakai masker dengan teguran atau sanksi sosial, sekarang denda biar efektif dan ada efek jera," ucapnya.

Perlu di ketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperketat pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di lapangan akibat kasus positif covid-19 yang mengalami peningkatan. Berbagai pihak yang melakukan pelanggaran akan langsung ditindak tegas dan diberikan sanksi berat.

"Mengingat eskalasi kasus Covid-19 di Kota Bandung, dengan ini, maka kami akan memberlakukan AKB yang Diperketat. Kami akan memperketat pengawasan dan pengendalian terhadap izin usaha dan operasional. Beberapa ruas jalan juga tetap akan dibatasi," ujar Wali Kota Bandung, Oded M Danial di balaikota Bandung.

Ia menegaskan penegakan hukum akan lebih maksimal yaitu akan membubarkan secara paksa, membekukan izin, sampai mencabut izin operasional jika terdapat aktivitas yang melebihi jam operasional. Menurutnya, pihaknya tidak akan mentoleransi jika terdapat pelanggaran yang dilakukan. 

"Kalau ada yang melanggar jam operasional langsung disegel dan di proses bila perlu dicabut izinnya," tandasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penutupan atau buka tutup sejumlah ruas jalan diberlakukan yaitu di Jalan Asia Afrika- Tamblong, Braga- Naripan, Tamblong-Naripan, Banceuy- ABC-Otista (Pasar Baru), Merdeka, Dago, Diponegoro dan Punawarman.

Selain itu di Jalan Ahmad Yani-Laswi, Gatot Subroto- Pelajar Pejuang, Talaga Bodas-Pelajar Pejuang, Lodaya- Pelajar Pejuang, Buah Batu- Pelajar Pejuang, Srimahi- BKR, M. Ramdan- BKR, Moh. Toha- BKR, Otista- BKR, Kopo- Peta, Pasirkoja- Peta.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00