Gugus Tugas Covid-19 Baubau Evaluasi Izin Nikah

Simulai Resepsi Pernikahan Dengan Menerapkan Protokol Kesehatan di Gedung Pancasila, Kota Baubau, 6 Juli 2020. (Foto:RRI)
Simulai Resepsi Pernikahan Dengan Menerapkan Protokol Kesehatan di Gedung Pancasila, Kota Baubau, 6 Juli 2020. (Foto:RRI)

KBRN, Baubau: Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) akan melakukan evaluasi dan peninjauan ulang terhadap pemberian izin penyelenggaraan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang khususnya peristiwa nikah. 

"Dalam minggu kedepan kami akan melakukan evaluasi terhadap pemberian izin terkait kegiatan pernikahan, kegiatan yang mengumpulkan banyak orang karena rendahnya komitmen yang sudah di bangun oleh pihak penyelenggara maupun pihak catering," kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kota Baubau, dr. Lukman, Sabtu (15/8/2020).

Sementara itu ketua persatuan vendor dan Wedding Organizer (WO) Kota Baubau, Wisni Saidoe mengaku, semenjak diberikan izin penyelenggaraan acara pernikahan, vendor katering rumahan pun mulai menjamur, dan sebagian besar belum disiplin menerapkan protokol kesehatan. 

"Yang paling berbahaya di jasa katering, dari cara menyendok makanan, dan sebagainya itu sangat riskan terjadi penularan virus. Untuk itu saya awasi kembali supaya menghindari hal-hal yang kita tidak inginkan," terangnya.

Lebih jauh, Wisni mengaku, pihaknya akan segera menginventarisir kembali seluruh pelaku jasa pernikahan baik itu vendor katering, dekor, wedding organizer se-Kota Baubau untuk diberikan penekanan harus taat terhadap protokol kesehatan.

Mengingat, terang dia, pemerintah bisa saja kembali mencabut izin penyelenggaraan pesta pernikahan jika masih ditemukan yang tidak disiplin. 

"Menginventarisasi lagi berapa vendor dan WO di Kota Baubau jangan sampai bermunculan yang tidak mengikuti aturan pemerintah. Saya kumpulkan untuk menegaskan kembali agar jangan keluar dari aturan. Karena satu orang yang yang kena tegur atau melanggar kita akan kena semua," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00