Tak Mampu Beli Kuota, Belajar di Kantor Desa

KBRN, Palembang : Belajar jarak jauh dengan sistem daring yang diterapkan selama pandemi Covid-19 menjadi tantangan bagi para siswa SDN 3 Desa Epil, Kecamatan Lais, Musi Banyuasin (Muba). Kondisi ini memang tidak mudah. Belajar daring otomatis menyebabkan belanja untuk kebutuhan kuota internet meningkat, sementara masing-masing keluarga harus mengencangkan ikat pinggang dimasa sulit seperti saat ini.

Salah satu pilihan siswa untuk tetap belajar daring dengan memanfaatkan fasilitas wifi gratis yang disediakan di kantor desa, seperti yang dilakukan oleh Melisa (12) siswi SDN 3 Epil yang duduk di kelas 3.

"Kalau dirumah ga ada internet. Beli kuota mahal. Mau belajar susah, jadi belajar disini," ujar Meilisa, Jumat (14/8/2020).

Hal yang sama juga dialami Yesiana (12), teman sekelas Meilisa. Beragam tugas yang diberikan sekolah dengan sistem daring mengharuskan siswa mengirim tugasnya dalam bentuk foto dan video.

"Tugasnya diberikan jam 8.30 melalui grup WA lalu dikumpul ke WA guru. Untung ada internet di kantor desa," beber Yesi.

Sementara itu, Adi, salah seorang orang tua siswa, mengaku sempat bingung untuk memenuhi kebutuhan internet anaknya selama masa belajar daring karena kondisi ekonomi yang sulit dimasa pandemi. Kini, beban yang ditanggungnya sedikit ringan sejak ada fasilitas wifi gratis di kantor desa.

"Sebelum ada wifi ini sangat sulit sekali, Alhamdulillah setelah ada wifi anak-anak kami bisa belajar," tandasnya.

Adi harus menempuh jarak sekitar 4 km untuk mengantarkan anaknya belajar di kantor desa setiap ada tugas yang diberikan dari sekolah. Aktifitas ini harus tetap dijalani hingga kegiatan belajar tatap muka di sekolah kembali dibuka.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00