PAD Kota Madiun Turun 13 Milyar Dampak Covid-19

KBRN, Madiun: Pendapatan Daerah Kota Madiun pada Perubahan APBD Tahun 2020 mengalami penurunan sekitar Rp67,2 Milyar. Sebelumnya pendapatan daerah diproyeksikan Rp1,5 Triliun menjadi Rp989,7 Milyar atau turun sebesar 6,36 persen. Hal itu terungkap saat DPRD Kota Madiun menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Nota Keuangan tentang P-APBD 2020, Jum’at (14/8/2020).

Walikota Madiun, Maidi mengatakan, penurunan pendapatan daerah utamanya di sektor pendapatan asli daerah (PAD) dikarenakan dampak wabah corona atau covid-19. Bahkan PAD direncanakan mengalami penurunan sekitar Rp13,6 Milyar. Dari sebelumnya Rp235,5 Milyar menjadi Rp221,8 Milyar atau berkurang 5,78 persen.

“Nggak masalah, memang pendapatan turun kok. Contohnya tiga bulan lebih, pajak daerah tidak masuk ke kita, bahkan ada yang kita bebaskan. Memang situasinya seperti ini. Orang semua lockdown, dirumah semua. Jualan tidak laku, kalau kita tarik pajaknya ya malah susah mereka. Sektor pajak daerah itu banyak ya, mulai jasa, restoran, hotel, tempat hiburan,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Madiun, Andi Raya Bagus Miko Saputra mengakui, tidak dapat dipungkiri, penurunan pendapatan daerah utamanya dari sisi PAD disebabkan akibat pandemi covid-19. Sehingga kontribusi pendapatan dari usaha yang dikelola OPD penghasil, sebagian besar mengalami oenurunan target pendapatan. Mulai sektor pajak daerah hingga retribusi jasa umum, seperti pelayanan parkir di tepi jalan umum dan retribusi jasa usaha.

“Jadi memang dari sisi pajak dan retribusi kita tidak bisa paksakan dengan kondisi ekonomi yang ada di Kota Madiun. Bahkan di nasional dan internasional pun juga mengalami penyusutan signifikan. Makanya tidak bisa kita paksanakan pemerintah daerah mengejar itu. Kita terima saja, kita lihat realisasinya nanti di laporan akhir tahun sama di pertanggungjawaban APBD 2020,” terangnya.

Politisi PDIP ini menjelaskan, pasca penyampaian nota keuangan walikota, agenda berikutnya akan dibahas oleh komisi bersama mitra OPD masing-masing. Selanjutnya difinalisasi oleh Badan Anggaran DPRD dengan Tim Anggaran Pemkot Madiun. Ditargetkan P-APBD 2020 selesai akhir Agustus ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00