BLT Pekerja, Pelepas Dahaga 51.200 Pekerja NTB

Aktivitas pekerja di kantor BPJS Ketenagakerjaan Kota Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (Dok. RRI)

KBRN, Mataram: Pemberian bantuan langsung tunai (BLT) bagi para pekerja bergaji Rp5 juta ke bawah bak hujan di musim kemarau.

Pasalnya para pekerja ini akan terpenuhi dahaga atau rasa hausnya.

Di Nusa Tenggara Barat (NTB) terdata sekitar 51.200 pekerja berpotensi mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp600 ribu.

Pemerintah Pusat memprogramkan bantuan tunai tersebut selama 4 (empat) bulan berturut-turut dengan pertimbangan meringankan rakyat yang terdampak Covid-19. 

Kepala Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) NTB, Adventus Edison Souhuwat di Mataram, menyebutkan, secara keseluruhan total pekerja aktif di NTB sebanyak 91.800 orang.

Kepala Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) NTB (kiri), Adventus Edison Souhuwat (Dok. RRI) 

Para pekerja itu berasal dari 4.400 perusahaan di seluruh wilayah NTB.

"Dari 91 ribu lebih pekerja di NTB yang aktif saat ini menjadi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, itu tercatat di kami sebanyak 51.200 pekerja yang masih bergaji dibawah Rp5 juta per bulan," sebut Adventus, Selasa (11/8/2020).

Meski demikian, BPJAMSOSTEK NTB tidak mengetahui secara pasti kriteria yang akan ditetapkan agar seorang pekerja dapat menerima bantuan sosial dari pemerintah itu.

BPJS Ketenagakerjaan hanya bertugas melakukan pendataan jumlah pekerja secara keseluruhan khususnya untuk rekening aktif dan nomor kontak (HP) para pekerja.

Seluruh petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) menjadi kewenangan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan.

Sedangkan BPJS Ketenagakerjaan di daerah hanya dibebankan untuk menyelesaikan data pekera dalam minggu ini.

"Kita belum tahu kriteria yang dapat, pemerintah sekarang lagi buat skema, lagi data di BPJS Ketenagakerjaan dan Lembaga lain. Nah, untuk lembaga lain saya tidak tahu, jadi sementara ini kita seluruh indonesia fokus untuk penuhi nomor rekening tenaga kerja yang aktif. Pastikan nomor rekening pekerja aktif," ujarnya.

"Kita tetap menunggu juklak juknis dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja. Kita setiap sore rekap hasil verifikasi rekening dan nomor HP," tambah Adventus didampingi Kepala Bidang Kepesertaan Korporasi Institusi dan Program Khusus BPJAMSOSTEK NTB, Mansursyah.

Untuk mempercepat proses pendataan, BPJAMSOSTEK sudah memiliki aplikasi khusus di tiap perusahaan sehingga dengan mudah dan cepat perusahaan melaporkan data terkini kepesertaan.

Untuk itu, Adventus yakin seluruh data yang dibutuhkan BPJAMSOSTEK Pusat akan selesai dalam sepekan.

"Kita punya aplikasi bantu di perusahaan yang nantinya mempercepat proses pendataan di perusahaan namanya SIPP. Selesai proses dari perusahaan baru diserahkan ke kami, nanti kami tinggal mengirim ke pusat untuk ditindaklanjuti ke tingkat kementerian," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram Hariadi mengakui, stimulus yang diprogramkan pemerintah dalam bentuk bantuan langsung tunai itu sangat dibutuhkan para pekerja saat ini.

Ia mencatat, lebih dari 23 ribu pekerja berada di Kota Mataram yang sebagian besarnya dipastikan memiliki gaji dibawah Rp5 juta per bulan.

"Ini kan kami koordinasikan dengan pak Kacab untuk melihat data berapa sih pekerja di kota Mataram yang dapat bantuan ini. Sehingga kita siapkan diri di kantor untuk data dan lain sebagainya. UMK kita kan di kota mataram sebesar Rp.2.148.000, itu kan di bawah Rp5 juta," sebutnya.

"Kita lebih proaktif lagi untuk sinkronkan data, termasuk dengan perusahaan kita sangat aktif setelah mendapat info ini. Tentunya setelah kita melihat dampak Covid ini kan, Alhamdulillah, lebih-lebih ini kan diperuntukkan konsumtif, sehingga sangat terbantukan," tutup Hariadi. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00