NTB Siaga Darurat Kekeringan

BPBD Pasok air Bersih.jpg

KBRN, Mataram: Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Zulkieflimansyah menetapkan status NTB siaga darurat kekeringan. Bahkan, status siaga darurat kekeringan itu telah ditetapkan sejak Juli 2020.

"Penetapan status siaga darurat kekeringan untuk skala Provinsi NTB tersebut dengan memerhatikan enam Pemda yang telah menetapkan SK penetapan status siaga darurat kekeringan terhitung selama 140 hari. Terhitung mulai 14 Juli sampai dengan 31 November 2020. ," kata Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD NTB Ahmadi , Selasa (11/8/2020).

Status siaga darurat kekeringan ini dapat diperpanjang sesuai kebutuhan pelaksanaan penanganan darurat bencana di lapangan.

Ahmadi juga menyatakan, BPBD mengusulkan anggaran sekitar Rp40 miliar kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penanganan dampak bencana kekeringan yang sudah melanda sembilan kabupaten/kota.

"Usulan anggaran sebesar itu akan dipergunakan untuk droping air bersih menggunakan mobil tangki ke masyarakat terdampak. Kemudian pembuatan sumur bor, sumur gali dan lainnya," ujar dia.

Usulan itu, kata dia, telah disampaikan kepada Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB, Jarwansyah saat berkunjung ke NTB dalam rangka percepatan rehab rekon rumah korban gempa. 

Berdasarkan data BPBD NTB hingga akhir Juli lalu,  tercatat  318 desa/kelurahan dilanda kekeringan di NTB dengan jumlah masyarakat terdampak 182.546 kepala keluarga (KK).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00