Belajar di Sekolah, Seorang Anak Terinfeksi COVID-19

KBRN, Tulungagung: Seorang anak berusia sembilan tahun siswa sekolah dasar di Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung positif terinfeksi virus COVID-19 setelah melakukan belajar luring di sekolahnya. 

“Hingga saat ini petugas masih menunggu hasil tes swab tersebut, sambil melanjutkan upaya tracing,” ungkap Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung Didik Eka, Selasa (11/8/2020).

Ia menjelaskan anak tersebut tertular dari bapaknya yang terkonfirmasi reaktif rapid test di Kabupaten Ponorogo, namun sesuai hasil tes swab sang bapak dinyatakan negatif. Petugas yang melakukan tracing kemudian menemukan anaknya yang dinyatakan positif swab. 

"Dalam satu keluarga hanya anaknya yang berusia 9 tahun yang hasil swab-nya positif, sedangkan lainnya negatif," jelasnya.

Menurutnya, petugas terus melakukan tracing dan menemukan bahwa pasien tersebut baru mengikuti proses belajar luring di rumah temannya. Kemudian melakukan tes swab terhadap lima siswa dan dua guru yang terlibat dalam kegiatan luring tersebut.

Dijelaskan, kawasan tersebut memang termasuk daerah yang sulit mendapatkan sinyal internet. Sehingga, pihak sekolah menerapkan sistem luring kepada siswa agar tidak tertinggal materi pelajaran. 

"Dinas Kesehatan sendiri tidak bisa memutuskan apakah proses belajar luring dihentikan sementara waktu," terangnya.

Menurut Didik, hal tersebut merupakan wewenang dari Gugus Tugas dan Dinas Pendidikan setempat. Namun, kasus ini akan terus dikaji oleh Gugus Tugas untuk dijadikan bahan pertimbangan selanjutnya. Selama ini proses belajar luring dinilai sudah sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00