Perayaan Agustusan, Khofifah: Kerumunan Tolong Dihindari

Gubernur Jatim Khofifah (Dok. Istimewa)

KBRN, Surabaya: Kondisi Jawa Timur yang masih belum aman dari sebaran kasus Covid-19, membuat beberapa daerah tercatat sebagai zona kuning, bahkan ada yang masih oranye dan merah. Sehingga, sementara tidak diperbolehkan mengadakan keramaian.

Termasuk diantaranya adalah acara lomba 17an pada bulan Agustus ini. Biasanya yang selalu dilakukan seperti tasyakuran, hingga lomba lomba yang melibatkan anak anak dan orang dewasa, sementara tahun ini ditiadakan atau tidak digelar, demi menghindari kerumunan.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Pemprov sedianya telah mendapat Surat Edaran (SE) dari Pemerintah Pusat terkait dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 75 tahun 2020. Yang utama adalah, pengibaran bendera merah putih sejak 1 Agustus.

"Masing masing tingkat RT, RW, dan masyarakat serta instansi Pemerintah, mengibarkan bendera merah putih dan penanda bahwa ada perayaan HUT Kemerdekaan," ujarnya kepada RRI Surabaya, Selasa (11/8/2020).

Khofifah mengatakan, model perayaan yang dimaksud, disesuaikan dengan masing masingkearifan lokal daerah. Akan tetapi, bentuk perayaan yang memungkinkan adanya kerumunan atau keramaian, untuk sementara dihindari.

"Hal hal yang memungkinkan terjadinya kerumunan masyatakat, tolong hari ini bisa dihindari lebih dulu. Tetapi khidmat kita untuk merayakan HUT 75 tahun Indonesia merdeka, ini bisa kita lakukan," tambahnya.

Dicontohkannya, penanda perayaan Agustusan adalah dengan memasang berbagai pernak pernik atau atribut merah putih. Yang menunjukkan, bahwa saat ini masyarakat sedang merayakan HUT Kemerdekaan RI, meski ditengah pandemi.

"Mungkin juga kreatifitas dan kreasi masing masing RT, RW dan Desa, sepertinya luar biasa. Seperti format patung, dan sebagainya, yang bisa melambangkan heroik," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00