Warga di So Ncando NTB Akan Diusir, Jika?

T3guh Gatot Yuwono, Kepala BKPH Toffo Pajo Soromandi, Dompu.jpg

KBRN, Dompu: Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Toffo Pajo Soromandi, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) akan mengusir warga luar lingkar kawasan hutan So Ncando dan So Lalembo, jika tetap nekat menguasai kawasan itu secara pribadi.

Selain digunakan tidak semestinya, Kawasan Hutan penyanggah Mata Air wilayah Kecamatan Dompu dan Woja itu, banyka di akuisisi warga Luar Kabupaten Dompu.

"Jika mereka tidak berasal dari lingkar kawasan, minimal Kecamatan Woja, harus harus keluar," kata Kepala BKPH Toffo Pajo Soromandi, Teguh Gatot Yuwono, Selasa (11/8/2020).

"Saat ini kami mulai melakukan pendataan kelompok masyarakat penerima manfaat," tambahnya.

Belum bergeraknya BKPH selama ini, katan Teguh bukan akibat desakan dan surat DPRD Dompu yang ditujukan ke Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB. Namun, semata-mata karena masih belum singkronnya data.

Dua kelompok masyarakat yang sama-sama mengaku punya hak, sama-sama mengirimkan data. Data masyarakat kedua belah pihak itu, akan dipadukan. Jika tidak memenuhi syarat, baik yang kelompok lama ynag mengatasnamakan Program Reboisasi maupun kelompok perladangan, akan dikeluarkan dari kawasan.

"Kebetulan, kemarin ada surat dari DPRD Dompu dan perintah Kadis LHK, tapi sebetulnya sudah lama kami bergerak," tambahnya.

Teguh menjelaskan, pemanfaatan hutan So Ncando dan So Lalembo, wajib mengikuti azas program Perhutanan Sosial. Teserah nanti bentuknya apa. Misalnya, bentuk HKm, Hutan Produksi maupun hutan kerakyatan. Tapi yang jelas, lanjut Teguh, jika ingin mengambil manfaat, wajib memelihara kayu tegakan.

Untuk kawasan yang sudah terlanjur rusak dan ditanami jagung, kelompok yang memenuhi syarat tersebut, juga wajib menamam pohon tegakan minimal 200 batang.

"Terserah, mau pohon buah-buahan atau pohon kayu industri asal bisa menjaga kelestarian hutan, tidak masalah," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00