Dikucilkan, Pasien Sembuh Covid-19 Kesulitan Mendapatkan Kontrakan

Wa Ode Marni bersama anak-anaknya makan dan tidur sebuah ruangan bekas Kantor BPBD Baubau(Foto RRI/Afrian Syah)

KBRN, Baubau: Sudah hampir dua bulan lamanya Wa Ode Marni bersama suami dan lima orang anaknya terpaksa harus tinggal di bangunan bekas Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pasalnya, meski sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan diizinkan pulang oleh dokter, Wa Ode Marni rupanya dikucilkan warga karena stigma pasien Covid-19 masih melekat pada dirinnya. 

Bahkan perlakuan sama pun ditunjukkan keluarganya kepada dia. 

"Pokoknya kapan saya di tahu pernah kena Corona, orang menjauh. Jangan kan orang lain, keluargaku sendiri, saya punya saudara tidak mau lihat mi saya sampai sekarang," tutur Marni kepada RRI, Jumat (7/8/2020). 

Marni menceritakan, pasca sembuh dari Corona, ia dan keluarga berusaha mencari kontrakan baru untuk tempat tinggal. Karena memang selama ini mereka tidak memiliki rumah sendiri. 

Hanya saja, kata Marni, pemilik kontrakan yang akan disewanya selalu tidak menerima, satu alasanya karena ia pernah kena Corona. 

"Saya tidak tau mau cari dimana lagi ini (rumah kos). Pokoknya kapan saya dikenal, saya tidak diterima," katanya.

Stigma negatif corona juga dirasakan suami Marni, La Ode Zainuddin. Kata Marni, suaminya yang berprofesi sebagai tukang ojek harus kehilangan pelanggan, bahkan teman sesama profesinya pun menjahuinya karena takut tertular. 

Akibatnya, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari pun sangat susah karena pendapatan menurun. 

Mengetahui kondisi Marni dan keluarga, Gugus Tugas Covid-19 Baubau akhirnya mencarikan solusi tempat tinggal. Mereka akhirnya diizinkan tinggal di bekas kantor BPBD.

Hanya saja, tutur Marni, bekas kantor BPBD yang ditinggali bersama keluarganya selama kurang lebih dua bulan sudah akan digunakan oleh Pemerintah Kota Baubau. 

Inilah yang menjadi kekhawatiran Marni, karena mau tinggal dimana lagi. Kejamnya Covid-19 masih terus menerpanya. 

"Makanya saya bingung mau cari rumah kos dimana lagi. Karena ini kantor sudah mau dipakai, " tutur Marni dengan nada sedih.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00