Warga Lombok Hilang Kontak Pasca-Ledakan Beirut

Ledakan Beirut, Lebanon (Dok: RRI)

KBRN, Mataram : Salah seorang warga Nusa Tenggara Barat asal Lombok Tengah yang bekerja disana belum diketahui kabarnya dan hilang kontak pasca-ledakan dahsyat di Kota Beirut, Lebanon kemarin.  

"Kejadian yang ada di Lebanon itu sampai sekarang kita masih menunggu keterangan dari Kementerian Luar Negeri, khususnya terkait ada enggak WNI kita yang menjadi korban," kata Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Mataram Abri Danar Prabawa, Kamis, (6/8/2020).

Hingga saat ini pihak BP2MI belum dapat memastikan keadaan PMI tersebut. Abri menjelaskan, BP2MI masih menunggu keterangan resmi dari Kementerian Luar negeri.

Namun, dari hasil penelurusan data PMI terdapat satu orang warga NTB asal Desa Ubung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah bekerja disana. PMI tersebut merupakan seorang wanita yang bekerja sebagai pegawai di tempat SPA di Kota Beirut, Lebanon.

"Setelah kita cek ketemu satu orang namanya Ni Wayan Maries Purnamyani asal Lombok Tengah yang bekerja disana sebagai SPA terapis bekerja di salah satu perusahaan SPA," ujarnya.

Karena PMI tersebut berangkat melalui BP2MI Denpasar, pihak BP2MI Mataram terus melakukan koordinasi dengan pihak di Denpasar. 

"Yang bersangkutan itu berangkatnya melalui BP2MI di Bali. Kemarin kita juga sudah melakukan koordinasi dengan BP2MI disana, katanya hari ini mereka melakukan koordinasi dengan pihak tempat yang bersangkutan bekerja untuk mengetahui kondisinya," kata Abri.  

"Kemarin juga disampaikan bahwa lokasinya itu berjauhan, jadi kita berharap PMI ini kondisinya selamat. Ya kita tunggulah, sampai sekarang kita belum ada keterangan resminya," imbuhnya.

Selain itu, BP2MI juga telah menghubungi pihak keluarga melalui telepon, namun nomor telepon yang ada tidak tersambung. Tetapi dalam waktu dekat Abri mengatakan akan mendatangi langsung pihak keluarga.

"Kita juga sudah mencoba menghubungi keluarga disini sesuai di data, kemarin kita coba hubungi namun nomornya tidak tersambung. Kita juga nanti dalam waktu dekat akan datang berkomunikasi langsung dengan keluarganya," ujarnya.

Selanjutnya, selain menunggu keterangan resmi dari Kementerian Luar Negeri, BP2MI Mataram terus melakukan komunikasi secara diplomasi.  Abri berharap, PMI asal NTB yang bekerja disana baik-baik saja.

"Sekarang kita lakukan komunikasi melalui jalur-jalur diplomasi. Kita tunggu aja sebenarnya, insyaallah eggak ada masalah. Kalaupun ada masalah, itu sudah ada prosedurnya, sudah pasti akan ditangani Pemerintah," ucap Abri.

Abri menjelaskan, sejauh ini PMI yang bekerja di Lebanon tidak banyak. Karena, negara Lebanon bukan tempat penempatan PMI untuk bekerja.

"Kalau bicara Negara Lebanon itu bukan enggak ada PMI yang bekerja disana tapi memang jumlahnya tidak banyak, karena Lebanon bukan salah satu negara penempatan kerja di kawasan Timur Tengah. Kalau warga NTB paling banyak kerja di Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar," tutupnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00