Nakes RSUD Soedono Madiun Terkonfirmasi Positif Covid-19

KBRN, Madiun: Seorang tenaga kesehatan (nakes) RSUD dr. Soedono Madiun terkonfirmasi positif covid-19. Sesuai identitas KTP, yang bersangkutan beralamatkan di Sragen, Jawa Tengah, sedangkan kosnya berada di wilayah Madiun. Namun hingga saat ini pihak manajemen rumah sakit belum dapat memberikan keterangan terkait identitas nakes.

Direktur RSUD dr. Soedono Madiun, dr. Bangun Trapsila Purwaka, Sp.OG (K), M.Kes mengatakan, seorang nakes tersebut masuk kategori kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik). Sedangkan kesehariannya berjibaku menangani pasien covid-19. Bahkan yang bersangkutan tercatat baru dua minggu masuk tim penanganan pasien covid-19 di rumah sakit.

Untuk mencegah penularannya, kata dr. Bangun, saat ini seorang nakes tersebut telah menjalani isolasi. Tidak hanya itu, manajemen Soedono Madiun juga tengah melakukan tracing terhadap pihak-pihak yang melakukan kontak erat.

“Ini sekarang yang bersangkutan sudah kami isolasi dan sekarang kami lakukan kontak tracing kepada nakes lain yang kontak dengan beliau. Tapi kan nakes ini rumahnya nggak di Madiun, kita lakukan tracing juga kepada beberapa orang yang berada di sekitarnya. Jadi sementara yang bersangkutan kami rumahkan, sambil menunggu hasil swabnya,” ungkapnya, Selasa (4/8/2020).

Sementara itu Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD dr Soedono Madiun, dr. Dwi Siwi Mardiati, M.Kes menyatakan, sejak adanya seorang nakes terkonfirmasi positif covid-19, saat ini manajemen melakukan penggantian tim baru penanganan covid-19. Sedangkan tim yang lama, saat ini dirumahkan untuk melakukan isolasi mandiri.

“Kita kan nakesnya rutin di rapid, kebetulan kok hasilnya reaktif. Kemudian kita swab, hari Minggu (2/8/2020) hasilnya keluar positif covid-19,” katanya.

Karenanya untuk menekan penambangan kasus baru, manajemen RSUD dr. Soedono Madiun melakukan sistem roling petugas. Kemudian juga menginstruksikan kepada seluruh tenaga kesehatan agar tidak terlalu lama berada di ruang perawatan pasien covid-19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00