14 Kecamatan Lombok Timur Berpotensi Terdampak Kekeringan

KBRN, Lombok Timur: 14 Kecamatan di Kabupaten Lombok Timur diusulkan  menjadi daerah darurat bencana kekeringan. Pengusulan tersebut  berkaca pada tahun sebelumnya sebagian besar wilayah Lombok Timur terdampak kekeringan yang berpengaruh besar terhadap ketersediaan air bersih termasuk terjadinya gagal panen.

Kepala Bidang kedaruratan dan Logistik pada BPBD Lombok Timur  Lalu Rusnan menjelaskan lokasi berpotensi parah pada musim kemarau terdapat tujuh kecamatan. Ini termasuk wilayah Jerowaru yang saat ini mulai diujicoba pipanisasi Mata Air Tutuq oleh PDAM. Hingga saat ini sudah terdapat 30 sumur bor bantuan pemerintah dan pihak swasta  yang telah dioperasikan sejak tahun 2019. Akan tetapi keberadaan sumur bor tidak mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

“Memasuki musim kemarau  baru satu desa yang meminta pengiriman air bersih pada BPBD Lombok Timur yakni Desa  Aikmel Utara, Kecamatan Aikmel, tidak adanya sumber air  membuat masyarakat harus membeli air bersih air sehingga pihak desa meminta bantuan Pemda Lombok Timur melalui BPBD setempat untuk disalurkan air bersih gratis kepada warga.” Tandasnya. Selasa (4/8/2020)  

Sementara itu pada berbagai kesempatan Bupati menghimbau jajarannya untuk bersiap menghadapi musim kemarau. Pasalnya program pipanisasi dari PDAM masih belum menjawab kebutuhan masyarakat terutama di wilayah selatan. Untuk  status darurat bencana kekeringan  akan segera dikeluarkan oleh Pemda Lombok Timur  sebagai acuan untuk dapat menentukan titik yang mengalami kekeringan sehingga penanganan dampak kekeringan juga dapat dilakukan segera.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00