Keluar Masuk Daerah Ini Wajib Bermasker

Kota Baubau/ Istimewa

KBRN, Baubau: Gugus Tugas Covid-19 Kota Baubau berlakukan wajib masker bagi warga yang keluar-masuk daerahnya. Kebijakan ini berlaku selama Agustus 2020. 

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Baubau, La Ode Muslimin Hibali menegaskan, bila ditemukan ada warga yang tidak bermasker, maka mereka akan di pulangkan ke tempat asalnya.

“Sesuai penekanan Wali Kota berdasarkan hasil rapat di Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Agustus ini masyarakat yang masuk maupun keluar Baubau wajib masker, kalau tidak, warga akan dipulangkan. Pokoknya setiap lakukan aktivitas diluar harus pakai masker,” tegasnya kepada RRI, Senin(3/8/2020). 

Dikatakan Muslimin, untuk memastikan kebijakan tersebut dipatuhi, penjagaan di pintu-pintu perbatasan daerah pun kembali diaktifkan dan diperketat. Ia pun menegaskan, tidak akan meloloskan warga bila tidak bermasker walaupun dengan alasan kepentingan mendesak.

“Makanya kepada masyarakat disampaikan jangan marah-marah karena ini demi kesehatan kita bersama,”ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Baubau ini mengatakan adapun pintu perbatasan daerah yang menjadi fokus penjagaan ada sembilan titik. Diantaranya meliputi pintu perbatasan darat di Kecamatan Bungi dan Sorawolio. Kemudian di Kelurahan Waborobo serta perbatasan darat dan laut di Kelurahan Sulaa.

“Selain itu, pintu masuk menuju pulau Makasar, di Pelabuhan Murhum, Pelabuhan Feri di Kelurahan Batulo, dan Pelabuhan Rakyat Jembatan Batu,”ungkapnya.

Pintu masuk perbatasan daerah itu kata Muslimin, akan dijaga petugas dari berbagai unsur  meliputi TNI, Polri, BPBD, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan Sat Pol PP. Tiap titik pintu perbatasan dijaga 7 orang petugas.

Ia mengharapkan, dengan menerapkan kebijakan wajib masker bagi warga yang keluar-masuk daerah akan berefek pada kepatuhan pula terhadap warga yang melakukan aktivitas di pasar rakyat.

“Karena itu kami minta warga yang melakukan aktivitas dipasar terutama penjual dan pembeli wajib juga pakai masker untuk menekan persebaran Covid-19,” pungkasnya.

Untuk diketahui berdasarkan data terakhir Gugus Tugas Covid-19 Baubau, saat ini jumlah kasus Covid-19 di daerah pemilik benteng terluas di dunia ini telah mencapai 104 kasus sejak diumumkan pertama kali pasien terkonfirmasi positif pada 26 April 2020.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00