Banyak Reklame Liar, Pendapatan Kota Cimahi Menurun

Satpol PP Cimahi Turunkan Spanduk Liar di Jalan Encep Kartawirya (Foto:Amelia Hastuti/RRI

KBRN, Cimahi: Anggota Satpol PP Kota Cimahi menertibkan sejumlah spanduk dan reklame tidak bertuan, alias tidak membayar pajak reklame. Tepatnya, reklame liar di sejumlah ruas jalan di kawasan Kelurahan Citeuteup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat, Kamis (16/7/2020).

Spanduk dan reklame tersebut dipasang secara mandiri dengan menggunakan tiang penyangga dan banyak juga ditempel di tembok bangunan, bahkan di tiang listrik. Sehingga, reklame liar itu terlihat mengganggu pemandangan.

"Spanduk dan reklame atau iklan itu diturunkan dan ditertibkan oleh anggota Satpol PP Kota Cimahi. Karena tidak membayar pajak retribusi reklame yang bisa merugikan Pemerintah Kota Cimahi, di samping (memang, red) mengganggu ketertiban umum," ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Cimahi Dadan Darmawan saat dihubungi RRI, Kamis (16/7/2020).

Menurut Dadan, banyak juga spanduk liar kecil ditempel di tiang listrik lengkap dengan nomor telepon. Namun, kata Dadan, ketika nomor tersebut dihubungi oleh petugas pajak, mereka langsung menghindar.

"Memang mereka modusnya begitu. Jadi, kadang kita pura-pura mau beli, tanya tanya. Mereka nakal dan masih ada saja yang begitu, karena sebenarnya spanduk itu adalah iklan," ungkap dia.

Saat ini kata Dadan, banyak spanduk iklan penjualan kavling perumahan dipasang di sejumlah lokasi di kawasan Citeureup. Tapi, mereka juga tidak membayar pajak retribusi sehingga harus ditertibkan.

Ia bahkan sempat meminta petugas pajak agar memoto spanduk-spanduk liar tersebut lalu berusaha menghubungi pemilik spanduk dengan berpura-pura ingin membeli lahan atau barang yang mereka jual sehingga bisa menarik pajaknya khususnya spanduk-spanduk yang besar-besar.

"Apalagi kalau ditempel di tiang listrik dan di pohon,  itu bisa langsung diturunkan, karena sudah melanggar ketertiban," kata dia.

Menyinggung target penerimaan pajak retribusi reklame di Kota Cimahi tahun 2020, Dadan menjelaskan, terdapat perubahan parsial target pajak reklame. Itu diajukan sebesar Rp1.125 miliar.

"Atau terjadi penurunan sampai 50 persen dari target awal karena berkurangnya objek pajak," kata Dadan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00