Rekor, Kasus Covid-19 Boyolali Sehari Bertambah 32

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali Ratri S Survivalina saat memberikan keterangan pers.

KBRN, Boyolali: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah kembali menyampaikan penambahan data pasien terkonfirmasi positif Corona Virus Disease (Covid-19). Bahkan, kasus hari ini, Kamis (16/7/2020), terjadi rekor penambahan kasus selama pandemi Covid-19 merundung Boyolali.

"Ada penambahan 32 kasus pasien positif Covid-19 di Boyolali. Ini merupakan kasus terbanyak sejak awal pandemi di Kabupaten Boyolali," kata Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali Ratri S Survivalina kepada wartawan di kantornya, Kamis (16/7/2020).

Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 saat ini, akumulatif jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 119 orang.

"Saat ini terdapat tiga klaster dari jumlah tersebut. Kasus terbanyak berasal dari klaster Lamaran di Desa Gondangslamet, Kecamatan Ampel karena terdapat 15 kasus," ungkap Lina, sapaan Ratri S Survivalina. 

Menuurt catatan Lina, semua kasus Covid-19 itu meliputi kasus 092 inisial RI, kasus 093 inisial IF, kasus 094 berinsial TR, kasus register 095 inisial SE, kasus register 096 inisial SO, kasus 097 inisial JO, register 098 berinisial FA, kasus 099 inisial RMI, dan kasus 100 inisial WS.

Selain itu, ada pula kasus 101 inisial YM, register 102 inisial SUP, kasus register 103 inisial MO, kasus 104 inisial RG dan kasus 105 berinisal PR. Semuanya, kata Lina, merupakan kontak erat dari kasus 071 berinisial TN.

"Ada pula klaster Sawahan yakni (kasus) 106 berinisial RT, dan kasus 107 berinisial AJ yang merupakan kontak erat kasus 074 berinisial DS,” teran Lina.

Selain dua kalster tersebut, ada pasien dari klaster Merti Desa di Desa Kalangan, dan Kecamatan Klego sebanyak enam kasus.

Itu terdiri dari kasus 108 berinisial PN, kasus register 109 berinisial GT, register 110 inisial RS, kasus 111 berinisial SUR, register 112 inisial NG, dan kasus 113 inisial AY.

"Klaster Singkil kasus ke 114 berinisial DI, merupakan kontak erat kasus 086 inisial CS,” ungkap Lina.

Namun, dia mengatakan juga terdapat beberapa kasus belum diketahui klaster penularannya. Yaitu, kasus 088 berinisial SPN dari Desa Ngeles, Kecamatan Juwangi, kasus 089 dengan inisial SLI berasal dari Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede.

Selain itu, ada pula kasus 090 berinisial WI dari Desa Nglembu, Kecamatan Sambi, dan kasus 115 dengan inisial SWN berasal dari Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo.

"Keempat kasus ini teridentifikasi positif tanggal 15 Juli 2020,” kata Lina.

Sementara, empat kasus lain juga belum teridentifikasi klaster penyebaran, yaitu kasus 116 berinisial DSY dari Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak; kasus 117 inisial PA dari Desa Bade, Kecamatan Klego, kasus 118 dari Desa Penggung, Kecamatan Boyolali berinisial YH, dan SIS yang merupakan kasus 119 dari Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00