Rumah Dibongkar PT KAI, Puluhan Warga Bertahan

KBRN, Jakarta: Pembongkaran rumah tanpa izin dilakukan oleh petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI), Rabu (15/7/2020). Sebanyak 30 rumah dibongkar di RT006/004, Kampung Sadar, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara itu berdiri di lahan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Dari pantauan RRI di lapangan, sampai dengan saat ini warga telah membersihkan puing puing bangunan rumah mereka. Sebab, pembongkaran secara sukarela dilakukan para warga setelah ada kesepakatan antara warga dengan PT KAI. 

"Sebelumnya warga juga sudah menerima surat dari PT KAI akan ada pembongkaran. Seperti diketahui pembongkaran ini memang sudah direncanakan oleh pihak PT KAI," kata Ketua RT 004, Haris Liga saat ditemui di Kampung Sadar, Kelurahan Ancol, Jakarta Utara, Rabu (15/7/2020).

Namun, Haris mengatakan pada dasarnya belum mengetahui tujuan dari pembongkaran hari ini.

"Kita belum memastikan, untuk apa penggusuran ini. Namun dengar informasi dari sana katanya, untuk langsiran nanti. Tapi kalau untuk lihat lahannya sendiri langsiran ini tidak masuk akal," ujar Haris.

Secara teknis, warga sudah menerima informasi pembongkaran di lahan tersebut. 

"Dari Surat Peringatan 1 sampai Surat Peringatan 3 sudah diberikan kepada warga. Memang, dari kemarin kemarin kami sudah melakukan pertemuan dengan warga untuk pelaksanaan, dan jangan sampai ada perlawanan," ucap Haris.

Hingga saat ini, Haris sebagai ketua RT 004 masih bingung soal tempat tinggal sementara para warga usai mengalami penggusuran. Walaupun, kata dia, para warga memiliki KTP DKI Jakarta.  

"Kalau rusun itu, urusan Pemprov (DKI Jakarta, red) dan di sini kira pengurus buah simalakama juga. Satu sisi, kita menelantarkan warga ber-KTP. Makanya, dari PJKA ini tidak ada solusi," kata Haris.

Sementara itu, seorang warga terdampak Laras (59) mengaku belum mengetahui akan ada ganti rugi dalam pembongkaran tersebut. 

Saat ini, Laras bersama warga lainnya telah membangun sebuah tenda di lahan tersebut. Tenda itu dijadikan tempat berteduh sementara. 

"Kabarnya sih, (PT KAI, red) mau pindahin kita ke rusun. Tapi, sekarang belom ada ganti rugi. Kita kan bangun rumah pakai duit sendiri. Ini aja, tenda disumbang RW untuk tempat tinggal sementara," kata Laras.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00