Tangani Covid-19, Walikota Tangerang Minta BIN Turun Tangan

KBRN, Tangerang: Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah meminta bantuan Badan Intelijen Negara (BIN). Tujuannya guna meminimalisir penyebaran Covid-19 di Kota bermotto 'akhlakul karimah' itu.

Arief mengungkapkan, trend kasus positif Covid-19 di Tangerang Kota cenderung menurun dalam beberapa pekan terakhir. Namun, bantuan rapid test gratis dari BIN sangat membantu upaya Pemkot Tangerang untuk mencegah penyebaran Covid-19. 

"Kami atas pemerintah dan masyarakat kota tangerang mengucapkan terima kasih buat jajaran medical intelligence, yang hari ini melaksanakan pemeriksaan rapid test dan PCR test. Mudah-mudahan ini membantu kami pemerintah daerah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 di kota tangerang," jelasnya kepada wartawan, Rabu (15/7/2020) di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Banten.

Arief juga mengaku, Kota Tangerang masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pembatasan Sosial Berskala Lingkungan (PSBL). PSBB dan PSBL ini semata-mata untuk mencegah penyebaran Covid-19 tidak meluas. Selain itu, pihaknya juga gencar melakukan razia wajib pakai masker di lingkungan Tangerang Kota. 

"Kita punya semangat yang luar biasa. Artinya keselamatan menjadi yang utama meskipun aktivitas masyarakat yang semakin meningkat. Jadi mudah-mudahan kita saling bergotong royong dan mawas diri," tuturnya.

Sementara, Ketua Pelaksana Harian Sub Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 BIN, Brigjen TNI Irwan Mulyana mengatakan, dalam rapid test ini, BIN menyiapkan 1.000 alat rapid test untuk mengakomodir masyarakat 

"Seperti biasa kita menyiapkan 1.000 alat rapid test untuk membantu pemerintah Kota Tangerang melalukan testing cepat ini," ucapnya dilokasi yang sama.

BIN juga menerjunkan dua unit Mobil Laboratorium PCR untuk melakukan uji swab test serta dua unit mobil ambulance. Mobil laboratorium milik BIN ini diperuntukan untuk warga yang hasilnya menunjukan reaktif. Hasilnya bisa diketahui dalam waktu lima jam. Mobile Laboratorium COVID-19 ini, merupakan laboratorium Biosafety Level 2 (BSL-2) yang bersertifikat internasional pertama di Indonesia.

Selain itu, BIN juga mengerahkan 40 tenaga medis dari Medical of Intelligence untuk menangani pegawai Walikota Jakbar mengikuti rapid test dan swab test. 

Irwan menambahkan pertimbangan penunjukkan lokasi rapid test ini merupakan permintaan dari Pemerintah Kota Tangerang. Lokasi ini dianggap rawan penyebaran Covid-19 dibanding wilayah lain di Tangerang Kota.

"Kita membantu pemerintah daerah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang saat ini melanda bangsa kita. Pemilihan lokasi ini berdasarkan permintaan dari Pemerintah Kota tangerang karena mungkin atas pertimbangan pemerintah kota cukup rawan," tutupnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00