Banyak Sekolah Abaikan Protokol Kesehatan KBM

Sejumlah Siswa SMP di Dompu Berangkat ke Sekolah. Banyak Sekolah Mengabaikan Protokol Covid-19 Saat KBM. (foto : didin/rri)
Sebuah Sekolah Dasar di Dompu, siap melakukan KBM Tatap Muka. Banyak Sekolah Mengabaikan Protokol Covid-19 Saat KBM. (foto : didin/rri)

KBRN, Dompu: Hari kedua pelaksanaan Kegiatan Belajar mengajar (KBM) tatap muka di tengah pandemi Covid-19, banyak sekolah di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat mengabaikan protokol kesehatan Covid-19. Sekolah-sekolah, terutama di pinggiran, banyak ditemukan tidak menggunakan masker dalam beraktivitas.

Pantauan di lapangan, terutama di sekolah-sekolah pinggiran, baik siswa maupun guru tidak menggunakan masker saat beraktivitas di sekolah. Pemakaian masker bagi guru dan siswa hanya terlihat di sekolah-sekolah favorit seperti SDN 01, SDN 02, SDN 20 dan SDN 03 Dompu.

Tidak hanya tingkat SD, beberapa sekolah tingkat SMP di kecamatan Woja yang saat ini menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), juga terlihat mengabaikan protokol kesehatan Covid-19. Padahal, Dinas Dikpora, sudah memberikan intruksi bagi sekolah, untuk mengalokasikan Dana BOS, selain untuk operasional rutin, anggaran tersebut juga diperbolehkan melakukan pengadaan pembelian masker.

Sekretaris Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, Lukman akan melakukan teguran dan mengevaluasi terkait keputusan pembukaan KBM tatap muka ini. Sistem KBM tatap muka ini, akan diuji coba dalam waktu satu bulan. Jika dirasa efektif, maka akan dilanjutkan. 

“Kami akan menegur sekolah-sekolah yang tidak mentaati protokol kesehatan covid itu,” tegasnya, Rabu (15/7/2020).

Selain Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, Kementerian Agama Dompu, juga mulai membuka sekolah-sekolah dan pesantren di bawah naungannya. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dompu, Syamsul Ilyas menjamin, seluruh sekolah baik negeri maupun swasta dalam naungannya, memberlakukan protokol kesehatan Covid-19.

‘Sejak Senin, seluruh pegawai terutama penyuluh Pendidikan Madrasah, turun untuk memastikan semua sekolah binaannya menjalankan protokol covid-19. Dan dari hasil turun ke lapangan, semua madrasah, termasuk Pondok pesantren, taati protokol covid-19,” katanya.

Selain adanya surat dari Kantor Wilayah Kemenag dan Surat Edaran Bupati Dompu, dibukanya kembali KBM tatap muka ini, karena sejak awal semua Madrasah, terutama di kecamatan-kecamatan, tidak efektif melakukan proses KBM daring. Disamping itu, jumlah siswa per rombongan belajar di madrasah kurang dari 20 siswa, kecuali sekolah-sekolah negeri yang bada di perkotaan. Sedikitnya jumlah madrasah dan pesantren se Kabupaten Dompu, juga mempermudah pengawasan.

Sebelumnya, per 13 Juli 2020, seluruh sekolah jenjang SD dan SMP di kabupaten Dompu, diperbolehkan membuka KBM tatap muka. Selain menggunakan aturan protokol kesehatan Covid-19, system KBM nya juga diatur. Untuk tingkat SD kelas 1 hingga kelas 4, satu kali dalam sepekan melakukan tatap muka dan kelas 5 dan 6, dua kali dalam sepekan.

Untuk jenjang SMP, khusus kelas 7 dan 8 sekali dalam sepekan, sementara kelas 9 dua kali pertemuan dalam sepekan. Untuk jenjang SMA, SMK dan SLB, masih mengacu pada SE Gubernur NTB yang melarang sekolah melakukan KBM tatap muka.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00