Perawat Terpapar Covid-19, Faskes Ini Tutup Sehari

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali Ratri S Survivalina saat memberikan keterangan pers.

KBRN, Boyolali: Seorang perawat di Puskesmas Simo, Kecamatan Simo, Boyolali terinfeksi Covid-19. Pelayanan di fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama ini pun akhirnya ditutup sementara selama sehari.

"Ada satu tenaga kesehatan yang terkonfirmasi Covid-19, pelayanan di Puskesmas Simo kami tutup pada hari Selasa (14/7) untuk dilakukan disinfeksi," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina dalam keterangan pers di kantornya, Selasa (14/7/2020). 

Dijelaskannya, perawat yang dinyatakan positif COVID-19 berinisial AZ. Dia tinggal di wilayah Kecamatan Sambi. Selama ini yang bersangkutan aktif menjadi karyawan di Puskesmas Simo.

“Jadi yang bersangkutan ini tertular pasien yang berkunjung,” imbuhnya.

Adapun perkembangan kasus positif COVID-19 di Boyolali, hingga Senin (13/7/2020) petang terjadi lonjakan kasus positif sebanyak 13 orang, sehingga total ada 87 kasus. 

“Hingga petang hari ini, ada tambahan informasi notifikasi positif (COVID-19) lagi di Boyolali. Ada tambahan baru, sehingga total hingga siang ini ada 87 kasus positif di Kabupaten Boyolali,” kata Ratri.

Dia menguraikan, tambahan 13 kasus baru per hari ini berasal dari sejumlah daerah di Boyolali. Mereka yakni DP dari Desa Sambi, Kecamatan Sambi; DK dari Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo. MN, MA dan AK, ketiganya warga Desa Kayen, Kecamatan Juwangi. Serta SL dari Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak. 

Tujuh tambahan kasus baru lainnya yaitu SG dari Desa Kedunglengkong, Kecamatan Simo; PJ warga Desa Bakalan, Kecamatan Gladagsari; AZ dari Desa Catur, Kecamatan Sambi; SS warga Desa Pilangrejo, Kecamatan Juwangi, RH dari Desa Teras, Kecamatan Teras. 

Kemudian CS dari Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali. Satu tambahan kasus baru lainnya yakni seorang anak Balita yang baru berumur 4 bulan. Bayi inisial , ZN dari Desa Karangduren, Kecamatan Sawit. 

“Saat ini yang bersangkutan sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit Panti Waluyo Surakarta dan disana dilakukan swab tenggorokan dan ternyata hasilnya  positif dan kami mendapat pemeritahuan dari wilayah Kota Surakarta,” imbuhnya. 

Dengan demikian, kasus positif COVID-19 di Boyolali saat ini berjumlah 87 kasus. Rinciannya, yang sudah dinyatakan sembuh 53 pasien, masih dirawat 31 dan meninggal dunia 3 orang. 

Dengan terus bertambahnya jumlah kasus itu, berdasarkan perhitungan indikator kesehatan masyarakat, nilainya terus menurun. Kini nilainya 1,38 dan masuk kategori zona risiko tinggi atau zona merah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00