Sekolah di Dompu Mulai Gelar KBM Luring

Siswa sebelum masuk halaman sekolah, di cek suhu tubuh
Siswa Baru SD gunakan masker

KBRN, Dompu: Masuk zona hijau penyebaran Covid-19, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai membuka sekolah tingkat SD hingga SMP, untuk memulai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sistem luring atau offline. Keputusan ini diambil, sebab dari hasil evaluasi sistem daring, selama pandemic Covid-19 dirasa tidak maksimal.

Meski mengizinkan dimulainya KBM luring, pihak sekolah tetap diwajibkan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Sekretaris Dinas Dikpora Kabupaten Dompu Lukman memastikan, penerapan phisycal distancing di dalam kelas juga di diberlakukan. Pembatasan 20 siswa perkelas dilakukan untuk mencegah penularan corona virus disease 2019.

“Termasuk pada masa MPLS ini, kami menyenggarakannya lebih banyak diluar dan hanya dilakukan selama 2 hari,” katanya, Selasa (14/7/2020).

Sementara itu, untuk jenjang SMA masih mengacu pada Surat edaran Gubernur NTB per 7 Juli 2020. Kepala UPT Pendidikan Menengah Dinan Pendidikan Provinsi NTB, Gunawan mengatakan, tidak hanya KBM Luring, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk jenjang SMA, SMK dan SLB juga tidak dilaksakan. Jika terlihat ada aktifitas di sekolah tingkat SMA, SMK dan SLB itu hanyalah register ulang dan perlengkapan bagi siswa baru.

“Kami masih mengacu pada SE Gubernur NTB, tidak ada KBM bahkan MPLS. Jika terlihat ada aktivitas, itu siswa baru yang melengkapi berkas pendafataran saja,” katanya.

Pantauan di lapangan, dua hingga tiga petugas disiapkan digerbang sekolah untuk mengecek suhu tubuh siswa dengan Thermo Gun. Bukan hanya itu, para siswa dan guru pun mewajibkan siswa dan guru, untuk mencuci tangan sebelum masuk ke lingkungan sekolah. 

Seluruh siswa dan guru juga diwajibkan menggunakan masker. Pihak sekolah, akan memulangkan siswa dan guru yang kedapatan tidak menggunakan masker. 

Masih berdasarkan pantauan di lapangan, untuk hari pertama sistem luring jenjang SD dan SMP hanya di khususkan bagi siswa baru. MPLS jenjang SMP juga diperpendek dari tahun sebelumnya. Untuk Masa orientasi siswa baru ini, Dikpora Kabupaten Dompu hanya mengizinkan dua hari saja.  

Proses KBM dengan menggunakan sisten 2 hari tatap muka 4 hari mengerjakan tugas bagi siswa, baru akan dimulai setelah MPLS selesai dilaksanakan sekolah atau efektifnya dilaksanakan Rabu (15/7/2020). Sekolah juga wajib membatasi siswa didalam kelas maksimal 20 siswa per rombongan belajar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00