Biaya Rapid Berat, Pemprov Jatim Surati Mendagri

Wagub Jatim Emil terima aspirasi sopir angkutan barang (Dok. Pemprov Jatim)

KBRN, Surabaya: Memberatkan dengan aturan wajib rapid test pada penumpang angkutan penyeberangan memasuki Bali, para supir mengadu ke gubernur Jawa Timur.

"Ini membebani kami. Lihat penghasilan kami, apalagi di tengah pandemi, dapat order saja sudah Alhamdulillah. Kami harap pemerintah bisa memberikan solusi terkait hal ini," kata  perwakilan driver Supri kepada Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang menerima 20 orang perwakilan driver dari Aliansi Driver Nusantara di Gedung Negara Grahadi, Jum’at (10/7/2020).

Dengan penghasilan kecil, Supri mengatakan biaya rapid test, sebagai syarat menyebrang dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi ke Pelabuhan Gilimanuk Bali sangat membebankan.

Mereka minta agar pemerintah memberikan fasilitas tapid test gratis.

"Pada dasarnya kami rekan-rekan driver bersedia atau tidak keberatan melakukan rapid test. Namun yang berat bila kami dikenakan biaya rapid test. Karena biaya tes ini ada yang Rp280 ribu bahkan lebih," keluhnya.

Sementara Wagub Jatim, Emil mengatakan, pihaknya telah mengirim surat kepada Menteri Dalam Negeri, meminta evaluasi terkait SE Gubernur Bali tersebut.

"Perjalanan awak kendaraan barang ini adalah tergolong perjalanan komuter (perjalanan pergi pulang, red) yang di SE Nomor 9/2020 Gugus Tugas Nasional tidak mewajibkan adanya persyaratan Rapid Test, tetapi cukup dengan alat pengukur suhu badan Thermo Gun, kecuali yang suhu badannya terdeteksi lebih dari 38 derajat C, baru dilakukan pemeriksaan medis," katanya.

Emil berharap, surat Gubernur tersebut segera mendapat tanggapan dan respon dari Mendagri. Pihaknya juga terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak Pemprov Bali.

"Kita telpon dan komunikasi dengan Bali. Kami harap ke depan segera ada langkah yang bisa mengurangi beban para driver ini. Kami harap surat Ibu Gubernur ini segera ditanggapi. Bila nanti surat Gubernur Jatim ini telah dijawab atau ada tanggapan dari pihak Gubernur Bali maka nanti akan kami update," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00