Ternyata Ini Penyebab Insentif Nakes Terhambat Dicairkan

KBRN, Bengkulu: Anggota Komisi IX DPR RI Elva Hartati menyatakan, belum direalisasikan insentif tenaga medis (nakes) yang menangani kasus Corona Virus Disease (Covid 19), karena syarat-syarat proses pencairan diajukan Pemerintah Daerah (Pemda) ke pusat, belum lengkap.

Elva menyatakan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Komisi IX DPR RI dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diketahui bahwa persyaratan yang belum dipenuhi diantaranya terkait data dokter menangani kasus Covid 19, jumlah pasiennya, termasuk dalam penanganan.

“Kita dari Komisi IX DPR RI minta kepada masing-masing Pemda, termasuk Pemprov Bengkulu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) agar melengkapi persyaratan pencairan insentif nakes dan bukan bersifat namanya saja,” kata Elva, dalam keterangannya, Minggu (5/7/2020).

Ia menyakini, jika persyaratan diminta oleh Kemenkes itu telah lengkap, maka segera akan dicairkan mengingat dananya telah tersedia.

Sebab, bila dalam pembayaran tidak lengkap syaratnya dikawatirkan akan bermasalah hukum dikemudian hari.

“Kita yakin Kemenkes itu dalam mencairkan insentif nakes tidak serta merta begitu saja, meski disisi lain disayangkan keterlambatan perealisasiannya, karena diketahui mereka berada di garda terdepan dalam penanganan Covid-19 ini," terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengaku, untuk insentif nakes di Bengkulu memang belum dicairkan, karena saat ini Kemenkes masih melakukan verifikasi. Hanya saja, Herwan mengharapkan, dalam waktu dekat ini dapat selesai dan insentif nakes segera dicairkan.

“Memang ada kriteria khusus bagi nakes yang mendapatkan insentif dalam penganan Covid-19, diantaranya, tenaga kesehatan baik perawat atau dokter yang menangani langsung pasien. Sehingga data yang disampaikan perlu dilakukan verifikasi dulu. Kita tunggu saja, mudah-mudahan cepat selesai,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00