Ditolak Warga, TKA China Dikasih Karpet Merah?

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Sulawesi Tenggara dr. La Ode Rabiul Awal(Istimewa).jpg

KBRN, Jakarta : Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Sulawesi Tenggara dr. La Ode Rabiul Awal mengatakan, tenaga kerja asing (TKA) asal China di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) diijinkan masuk ke Konawe Selatan (Konsel), meski mendapatkan penolakan dari masyarakat. 

"yang penting prosedurnya secara kesehatan terpenuhi," kata La Ode, Kamis (08/07/20) kepada RRI.

La Ode menegaskan, Gugus Tugas tidak mempermasalahkan dari negara mana TKA itu berasal masuk ke Konawe Selatan, yang terpenting sudah menjalani protokol kesehatan.

"kalau mau bicara dari negara cina, malaysia , mau dari inggris kalau prosedur kesehatan tidak terpenuhi tidak akan diterima," jelasnya.

La Ode menyebut TKA ini, juga telah menhalani tes kesehatan swab test (rapid test) saat tiba dibandara maupun pelabuhan. Selain itu dari tempat asalnya, para TKA ini sudah memperoleh keterangan sehat.

"sudah menjalani test dan ada surat keterangan sehat dari negara asal,"tutup Rabiul Awal

Sebelumnya, kedatangan tenaga kerja asing (TKA) asal China di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapat penolakan dari sejumlah warga dan mahasiswa. Salah satu alasan masyarakat menolak kedatangan TKA ini, karena khawatir adanya penularan virus corona (Covid-19). Ditambah dengan kondisi para pekerja lokal di industri smelter Konawe tengah, sedang dirumahkan akibat dampak Covid-19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00