Hewan Kurban di Bintan Bebas Penyakit Menular

KBRN, Bintan: Satu bulan menjelang perayaan Idul Adha 1441 H, ratusan hewan ternak yang akan diperjualbelikan dan layak untuk di konsumsi masyarakat di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, saat ini masih aman dari ancaman penyakit hewan yang berbahaya maupun menular.

"Sementara ini, kami belum menemukan kasus hewan yang berbahaya. Alhamdulillah, mudah-mudahan ini bisa dapat terus bertahan. Karena Bintan, merupakan salah satu kabupaten yang bebas beberapa kasus pada hewan," jelas Kepala Seksi (Kasi) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan, drh. Iwan Berri Prima, Senin (29/6/2020).

Dikatakan, DKPP Bintan, terus melakukan peningkatan pengawasan terhadap jenis hewan ternak yang akan diperjualbelikan pada perayaan Idul Adha 1441 H. Agar daging hewan kurban yang dibagikan nantinya tidak menularkan penyakit saat dikonsumsi masyarakat.

Data sementara stok hewan kurban dari sejumlah peternak hewan di Bintan, hingga Senin (29/6/2020) sore, hampir mencapai seribu ekor. Dengan total rincian, terdapat 928 ekor hewan kurban, terdiri dari sapi 515 ekor dan kambing 413 ekor.

"Kalau jumlah total sementara ada 918 ekor hewan, sapi itu ada 515 ekor dan kambing 413 ekor," tambah Berri juga selaku Sekretaris Umum Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang provinsi Kepri.

Dalam memastikan kesehatan sapi jenis Bali yang akan masuk ke peternak di Bintan, menurutnya, wajib melalui pemeriksaan/uji PCR Jembrana di laboratorium Balai Veteriner. Untuk di DKPP Bintan, pemeriksaan terhadap hewan kurban ini, dilakukan oleh 2 orang dokter hewan dan 7 orang petugas medis.

Sementara, jumlah peternak yang menjual hewan kurban di Bintan, tercatat sebanyak 57 orang peternak sapi dan 42 orang peternak kambing.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00