DBD Meningkat, Warga Tasikmalaya Minta Foging Ditingkatkan

KBRN, Tasikmalaya: Ditengah pandemi virus corona, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, meningkat.

Pertengahan tahun 2020, jumlah kasus DBD bahkan meningkat hingga mencapai 634 kasus, dengan 16 kasus kematian.

Kondisi ini membuat warga khawatir, sebab selain Covid 19, DBD pun saat ini mengincar warga.

Untuk mengantisipasi penyebaran DBD, warga disejumlah tempat bahkan inisiatif meminta agar lingkungan rumahnya di fogging.

Salah satunya warga di perumahan Padayungan Asri Residence, Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung.

Warga di perumahan ini, meminta fogging, setelah warganya ada yang terjangkit DBD dan Cikungunya.

"Inisiatif kami minta fogging. Kami khawatir," kata Tokoh warga setempat Muhammad Rizal, kepada Radio Republik Indonesia RRI, Sabtu (27/6/2020).

Rizal berharap, langkah fogging dilakukan pemerintah lebih luas lagi, agar penyebaran DBD dapat terus ditekan.

"Mudah-mudahan tidak hanya inisiatif warga saja. Pemerintah juga akan lebih agresif," harapnya.

Sementara itu sebelumnya kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangat menjelaskan, di masa pandemi dengan berdiam diri dirumah, sebaiknya dimanfaatkan warga untuk membersihkan lingkungan.

"Harus rajin membersihkan lingkungan, terutama pembersihan sarang nyamuk. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa," ucapnya.

Sedangkan Data Dinas Kesehatan, sebaran DBD di Kota Tasikmalaya, terjadi di seluruh kecamatan. Kasus terbanyak ditemukan di Kecamatan Kawalu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00