Waktu Perjalanan Haji Masa Pandemi Tiga Bulan

Kakanwil Kemenag Jatim, Ahmad Zayadi (Dok. Uinsa)

KBRN, Surabaya: Ada banyak orang belum mengetahui bahwa bila memaksa tetap pergi haji di masa pandemi Corona, durasi perjalanannya bisa mencapai hampir tiga bulan.

Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur (Jatim), Ahmad Zayadi, Sabtu (13/6/2020).

Mengapa bisa tiga bulan? Karena semua jemaah harus mengikuti protokol kesehatan wabah Corona.

Zayadi menyebutkan, saat tiba di Asrama Haji, karantina 14 hari. Tiba di Saudi, karantina 14 hari. Lalu pulangnya harus karantina 14 hari.

"Ditambah durasi ibadah sebanyak 42 hari. Jadi total mencapai 82 hari atau hampir tiga bulan," kata Kakanwil warga asli Brebes, Jawa Tengah tersebut.

Disamping itu, menurutnya, risiko kesehatannya juga sangat tinggi.

"Bisa dibayangkan, jamaah haji kita ini seringkali memilih tempat dan waktu yang afdol. Apa mungkin mereka tidak berdesakan saat tawaf, di arafah dan lempar jumrah," tandas Zayadi.

Oleh karena itu, kata Zayadi, keputusan Menteri Agama yang membatalkan keberangkatan haji itu adalah keputusan terbaik.

"Walaupun pahit, inilah keputusan yang tepat dan kemaslahatan semuanya," tandasnya.

Sementara itu, Roisudin Bakri, Praktisi Travel haji-umrah mengkritik Kemenag yang terlalu cepat memutuskan untuk membatalkan haji.

"Saya sepakat dengan kritik Ketua PBNU, bahwa Kemenag terlalu tergesa-gesa. Kalau alasannya karena tidak ada waktu untuk persiapan, Itu berarti hanya memikirkan haji reguler.

Padahal untuk haji plus (khusus), tidak perlu persiapan lama," tandas Rois.

Muthi’ah, salah satu warga bahkan mengkritisi penggunaan dana jemaah haji.

"Jemaah pengajian saya di Muslimat, selalu bertanya, kira-kira untuk apakah dana haji mereka," ujarnya.

Jemaah haji dari Jawa Timur yang batal berangkat haji tahun 1441 ini sebanyak 34.516 orang. Mereka kebanyakan bisa menerima keputusan Menteri Agama tentang pembatalan haji ini.

"Di wilayah saya, hampir semua jemaah haji yang batal berangkat menyatakan tidak menarik uangnya. Mereka bisa menerima dengan sabar dan bisa memahami kondisi ini," ujar Abdul Haris Hasan, Kakankemenag Bangkalan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00