Ini Penyebab Denpasar Menjadi Kota Rawan Banjir

KBRN, Denpasar: Kota Denpasar menjadi salah satu wilayah di Pulau Dewata yang rawan banjir, bahkan dalam sepekan terakhir ratusan rumah warga tersebar di beberapa titik dilaporkan tergenang banjir.

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida Made Deni Satya Wijaya mengakui, banjir itu juga dipicu tingginya volume sampah ditambah air laut pasang mengakibatkan luapan di ruas Tukad/Sungai Badung.

"Seperti Waduk Muara Nusa Dua kemarin, ada blocking sampah yang luar biasa besar. Nah itu yang mengganjal dialiran air, sehingga airnya meluap disisi hulunya, seperti itu. Maka kita coba optimalkan dari sisi penanganan terhadap sampah itu," kata Deni, kepada RRI, Jumat (5/6/2020).  

Deni menyatakan, pihaknya disebut akan mengoptimalkan berbagai strategi, menggunakan pertimbangan dari hasil monitoring di lapangan. 

"Misalnya daerah mana ada banjir, kita coba potret. Saya juga sudah punya gambaran, tadi saya diskusikan di lapangan bersama teman-teman, bahwa dari pekerjaan kita yang kemarin kita lakukan, contohnya di Tukad Mati ini. Dari dulu luasan yang terjadi banjir itu kan daerah Jalan Kunti, ruasan cukup panjang, cukup luas. Kemarin kita potret sudah jauh berkurang," terangnya. 

"Dengan pengurangan itu, sebagai akibat dari adanya blocking sampah. Blocking sampah itu yang menghambat gorong-gorong. Kalau dia tidak ada sampah, aliran air lancar menuju ke pangkung kedampang. Kita sudah siapkan pompa disitu, kapasitas 1.500 liter per detik. Jadi kalau ada air masuk kesana, tidak terhambat dari sampah tadi, itu berfungsi semua," imbuhnya. 

Deni memastikan, jika volume sampah dapat dikendalikan, maka seluruh sungai yang melintasi Kota Denpasar akan mampu menampung air akibat curah hujan tinggi, karena kedalaman dan lebar sungai sudah sangat ideal. 

"Sampah kalau kita lihat sebagian besar masalahnya. Padahal kedalaman dan lebar sungai yang mengarah ke Waduk Muara Nusa Dua sudah sangat ideal. Tinggal kita mentreatment dari sisi inlet yang masuk kesana saja," pungkasnya.

(Foto: DDTCnews).

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00