Menabung Delapan Tahun, Pasangan PNS Gagal Haji

KBRN, Palembang : Wajah Revi Indra tertunduk lesu, ia tidak  bisa menyembunyikan kekecewaannya mendengar setelah mendengar kabar Pemerintah secara resmi memutuskan untuk tidak memberangkatkan haji tahun ini karena situasi pandemi Covid-19.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) berusia 56 tahun ini harus mengubur impiannya menunaikan rukun islam kelima bersama Erlina, sang istri, jelang waktu pensiunnya. Untuk menggapai impiannya pergi ke tanah suci, Revi mengaku telah menyisihkan tabungannya sejak tahun 2012. Revi bahkan sudah melakukan manasik haji bersama KBIH Miftahussalam tempat dimana ia mendaftar pergi haji.

"Setoran pertama kami Rp.25 juta per orang. Dari sisa gaji sebagai PNS kami sisihkan untuk tabungan haji dan baru dilunasi tahun ini. Kami sudah senang sekali karena mengira akan berangkat tahun ini," ujar Revi saat ditemui dikediamannya, Kamis (4/6/2020).

Namun nasib berkata lain, dengan dibatalkannya pemberangkatan haji pada tahun ini maka Revi harus bersabar untuk menunggu hingga pemberangkatan haji tahun depan untuk pergi ke tanah suci.

"Siapa yang tidak sedih gagal berangkat haji, perlengkapan bahkan sudah lengkap, kami tinggal berangkat saja. Ini sudah keputusan dari Pemerintah. Bagi kami tidak ada masalah, apa yang mau dituntut jadi ya pasrah saja karena ini juga ketentuan dari Allah," tukasnya.

Revi adalah satu dari 7000 lebih jemaah calon haji asal Sumatera Selatan yang gagal berangkat tahun ini. Tidak ada pilihan lain baginya selain pasrah dan bersabar serta mengambil hikmah dari apa yang dialaminya saat ini.

"Anak-anak saya turut memberikan semangat. Mungkin hikmah dibalik ini saya dan istri bisa lebih mempersiapkan diri secara matang untuk pergi haji tahu depan," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00