Kesulitan Internet, Megawati Lakukan Door to Door

Megawati, Guru SDN 1 Pahayu Jaya, Lampung Barat, door too door mengajar siswa (Foto Istimewa)

KBRN, Bandarlampung : Pandemi corona mengubah kegiatan belajar mengajar ke rumah dengan sistem online dan siaran televisi. Perubahan ini memaksa guru pelosok di Lampung Barat mengajar door to door lantaran kesulitan akses jaringan internet.

SD Negeri 1 Pahayu Jaya, Kecamatan Pagardewa, Kabupaten Lampung Barat, merasakan dampak akibat pandemi global COVID-19. Pembelajaran tidak bisa berjalan secara online, mengingat kondisi geografi dan jaringan internet tidak seperti di wilayah perkotaan.

Megawati, guru SD Negeri 1 Pahayu Jaya, berinovasi dengan sistem belajar door to door. Pengajar ini mendatangi siswa dari rumah ke rumah guna menghindari kerumunan seperti aturan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.

“KBM di sekolah pelosok menghadapi banyak hambatan. Akses lokasi belajar sulit terjangkau di tengah cuaca buruk dan medan sulit. Pengajaran sehari hanya sekali dengan jumlah murid maksimal 10 orang,” tutur Megawati, Kamis (4/6).

Menurutnya, meski datang dari rumah ke rumah, namun siswa wajib pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak. Sejumlah siswa bisa belajar rutin dengan kondisi darurat.

“Namun banyak murid kesulitan karena lokasi rumahnya di perkebunan dengan jarak sekitar enam kilometer. Selain medan berat, wilayah pelosok juga tidak bisa mengakses internet,” tandasnya.

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus berharap pendidikan tetap berjalan meski merebak pandemi COVID-19. Ia mengapresiasi para guru pelosok karena berinovasi mengajar door to door. Cara ini lebih efektif dibandingkan dengan KBM online.

“Dari awal saya berharap dengan Dinas Pendidikan, harus ada inovasi. Bagaimana KBM tidak terhenti. Dan di beberapa wilayah tetap melanjutkan KBM, dengan melakukan kegiatan door too door,” tegasnya.

Meski belajar di rumah dan tidak semua menjalankan KBM online, namun para guru dan siswa tetap bersemangat walau di wilayah pelosok dan harus berjuang dari rumah ke rumah. KBM online tidak mungkin terlaksana karena jaringan juga tidak tersedia.

Lain halnya dengan KBM SD dan SMP di Kota Liwa, yang menerapkan belajar secara online karena didukung ketersediaan jaringan internet.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00