Sebagian Besar JCH Kota Cimahi Bisa Terima Pembatalan

KBRN, Cimahi : Meskipun Pemerintah Indonesia resmi membatalkan pemberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2020, namun sebagian dari mereka pasrah akan keputusan tersebut demi penyelamatan umat.

"Memang banyak yang merasa kecewa dengan pembatalan itu, tetapi sebagian besar jemaah calon haji (JCH) asal Kota Cimahi dapat memaklumi keputusan yang diambil oleh pemerintah," ungkap Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Cimahi, Agus Fathan saat ditemui wartawan, Rabu (3/6/2020).

Menurutnya, banyak calon jemaah haji yang menanyakan soal keberangkatan. Sebagian besar dari mereka bisa menerima keputusan pemerintah, karena ada kekhawatiran jika Rukun Islam kelima tersebut dilaksanakan saat pandemi Covid-19.

"Jumlah jemaah calon haji Kota Cimahi yang siap diberangkatkan di tahun 2020 sebanyak 546 calhaj dari total 548 orang. Usia tertua calhaj Kota Cimahi tajun ini mencapai 78 tahun. Semjuanya sudah memenuhi kriteria dan melunasi biaya haji," ujarnya.

Pihak Kemenag menggandeng jajaran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) untuk mensosialisasikan keputusan pembatalan pelaksanaan haji tahun 2020.

 "Nanti disampaikan oleh KBIH masing-masing dengan pedoman dari Kemenag. Karena kebanyakan calhaj kan ikut KBIH," ucapnya.

Untuk pengembalian dana haji, lanjutnya, diserahkan ke jemaah haji masing-masing. Mekanisme pengembalian dana jamaah haji tahun 2020 masih dibahas oleh tim teknis Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). 

Mekanisme yang dibahas meliputi syarat dan ketentuan pengembalian dana dan lamanya waktu refund dari sejak pengajuan, mengacu kepada Keputusan Menteri Agama (KMA) Fachrul Razi.

"Kalau ada yang mau mengambil dana pelunasan, bisa. Kalau tidak diambil, nanti tahun depan tidak usah membayar lagi untuk keberangkatan. Teknis aturannya menunggu kebijakan pusat," imbuhnya.

Untuk keberangkatan calon haji Kota Cimahi, persentase kesiapan sudah mencapai 80-85 persen.

"Persiapan keberangkatan sudah 85 persen, tinggal teknis pemberangkatan seperti visa, koper. Untuk dokumen dan kesiapan kesehatan sudah selesai semua," ucapnya.

Sementara itu, pendaftaran untuk ibadah haji masih terus berlangsung. Sejak awal tahun 2020, sedikitnya 423 orang lebih sudah mendaftar haji di Kemenag Kota Cimahi.

Meskipun pandemi Covid, antusiasme masyarakat tetap tinggi untuk keinginan berangkat haji. Kalau tidak ada Covid, kemungkinan jumlahnya lebih banyak, Bahkan, daftar tunggu keberangkatan haji di Kota Cimahi sudah mencapai  20-21 tahun. 

"Daftar tunggu keberangkatan haji di Kota Cimahi mencapai puluhan ribu orang. Untuk pendaftar 2020, dapat kursi keberangkatan sekitar tahun 2040-2041," tutur Agus Fathan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00