Zona Hitam di Surabaya, Apa Itu?

Capture peta zona Surabaya (Foto: infocovid19.jatimprov.go.id).

KBRN, Jakarta: Angka kasus corona di Jawa Timur menempati posisi kedua tertinggi setelah DKI Jakarta. Dilansir dari situs resmi Pemprov Jatim pada Rabu (3/6/2020) kasus terkonfirmasi di Jawa Timur tercatat sebanyak 5.132.

Berikut perkembangan covid-19 di Jatim selama 5 hari terakhir:

1. Pada 29 Mei 2020 Jatim mengonfirmasi covid-19 sebanyak 4.522

2. 30 Mei 2020 berikutnya Jatim mengonfirmasi kasus sebanyak 4.581

3. 31 Mei 2020 kasus di Jatim cukup mengalami kenaikan yakni sebanyak 4.797. 

4. 1 Juni 2020 kasus covid-19 di Jatim terkonfirmasi ada 4.892.

5. Terakhir pada 2 Juni 2020 kasus positif covid-19 di Jatim sebanyak 5.086.

Sementara untuk di Surabaya sendiri ada 2.748 kasus terkonfirmasi positif corona. Dari data tersebut artinya, penyumbang angka terbanyak corona di Jatim berasal dari Kota Surabaya. Peta sebaran di Kota Surabaya pada Selasa malam sempat berwarna hitam. Namun pada Rabu pagi terlihat bahwa peta sebaran sudah berubah warna menjadi merah maroon.

Mengapa warna hitam?

Ketua Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi mengatakan, warna hitam menunjukkan kasus covid-19 di daerah tersebut lebih dari 1.025 kasus.

"Semakin banyak catatan kasusnya, warna di peta sebaran akan semakin pekat hingga berwarna hitam," ujar Joni di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (2/6/2020).

Senada dengan dr Joni, Gubernur Jatim Khofifah mengatakan bahwa warna hitam yang muncul di peta sebaran disebabkan angka terkonfirmasi covid-19 di Surabaya semakin banyak. Jika semakin banyak angka positif virus Corona, maka warna di peta sebaran akan semakin tua.

"Ada yang tanya itu kenapa kok ada yang hitam. Sebenarnya itu bukan hitam tetapi itu warna merah tua. Kalau misalnya Sidoarjo 513 sampai 1024, maka warnanya semakin tua. Kalau angka di atas itu, maka warnanya merah tua sekali," ujar Kfofifah.

Beberapa waktu lalu, dr Joni Wahyuhadi bahkan sempat mengatakan bahwa dirinya khawatir dengan kondisi penularan corona di Kota Surabaya. Ia menyebut bahwa Surabaya berpotensi menjadi kota Wuhan, China.

"65 persen covid-19 ada si Surabaya, kalau tidak hati-hati maka Surabaya bisa jadi Wuhan," imbuhnya.

Mengenal istilah dari kelima zona covid-19:

Zona hitam: Kasus Covid-19 di wilayah tersebut sudah sangat parah sehingga perlu dilakukan lockdown. 

Zona merah: Kasus Covid-19 masih ditemukan pada satu atau lebih klaster, peningkatan kasus yang terjadi jga cukup signifikan. Pada zona ini kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih perlu diterapkan.

Zona kuning: Penemuan kasus Covid-19 disini artinya hanya pada klaster tunggal. PSBB bisa dilakukan secara parsial.

Zona biru: Dalam zona ini, artinya ada kasus Covid-19 secara sporadis baik kasus impor atau penularan lokal. Pada zona ini, boleh dibebaskan dari PSBB, namun wilayah tersebut wajib melakukan social distancing.

Zona hijau: Jika wilayah sudah diberikan status zona hijau, maka artinya zona tersebut sudah tidak ada penularan virus sehingga aktivitas bisa dilakukan secara normal. Namun zona hijau belum bisa diterapkan sebab vaksin corona belum ditemukan hingga saat ini.

Pemutusan Mata Rantai COVID-19 versi Walkot Surabaya Tri Rismaharini

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melakukan berbagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Berikut cara Tri Risma untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19:

1. Tracing atau pelacakan

Ia mengatakan ketika pihaknya menerima data seseorang yang positif covid-19 maka dirinya langsung melakukan tracing secara masif

"Jadi kami punya beberapa klaster yang ada di Surabaya. Kita tracing, siapa dia, ketemu di mana, kemudian siapa saja di situ," kata Risma seperti dilansir dari Antara pada Rabu (3/6/2020).

Risma mengatakan dari hasil tracing kemudian ditemukan orang dengan resiko (ODR). Dari dasar data tersebut, Pemkot Surabaya mendetailkan siapa saja atau keluarga yang ada di situ.

Ia mencontohkan dalam satu perusahaan setelah dilakukan test ditemukan 1 orang positif, maka satu orang itu langsung dilakukan tracing untuk seluruh keluarganya

"Dan orang itu kita masukkan sebagai ODR," katanya.

Setelah itu, kata dia, dokter mendatangi rumahnya dan melakukan pemeriksaan. Jika kondisinya berat, maka dimasukkan ke rumah sakit. Namun, jika kondisinya tidak berat orang tersebut dibawa ke Hotel Asrama Haji untuk isolasi.

2. Rapid Test Massal

Pemkot Surabaya bekerja sama dengan Badan Intelejen Negara (BIN) untuk melakukan rapid dan swab test massal covid-19 di beberapa titik. Pemkot Surabaya sudah melakukan rapid test sebanyak 27.000 orang sampai saat ini. Namun dibalik itu ternyata Risma mengaku sempat mengalami kesulitan karena keterbatasan alkes.

"Jadi kita lakukan rapid test massal di beberapa tempat. Kadang lokasinya ada di sepanjang jalan, kadang pula ada di masjid dann sebagainya," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00