Cuaca Ekstrim, Ratusan Nelayan Sumenep Tidak Melaut

KBRN, Sumenep: Ratusan nelayan di Kabupaten Sumenep, Madura, dilaporkan terpaksa tidak melaut akibat cuaca ekstrim, berupa hujan lebat disertai tinggi gelombang lebih dari 2.5 meter di laut Jawa Barat, Masalembu, Sumenep, termasuk laut Jawa timur sebagaimana informasi dari BMKG.  

Terpantau ratusan perahu nelayan di Desa Lobuk,  Kecamatan Bluto, kemudian di Pulau Gili Genteng dan Gili Raja, hanya ditambatkan di pinggir pantai agar tidak terseret gelombang.

“Gelombang tinggi biasanya terjadi pada malam hari, sedangkan siang harinya cendrung normal, sehingga warga banyak yang enggan mencari ikan,” kata Kepala Desa Lobuk, Moh Sholehudin dalam keterangannya, selasa (02/06/2020).

Bagi para nelayan, lanjut Sholehudin, gelombang tinggi bersamaan dengan bulan purnama, akan semakin memperparah hasil tangkapan ikan akibat kecenderungan ikan tidak naik ke permukaan laut, sehingga nelayan memilih istirahat total di rumah.

“Warga disini menyebutnya tera’an yaitu malam tanggal 11,12, hingga malam tanggal 16, nelayan selalu berhenti melaut karena kalaupun mencari ikan sulit dapat,” imbuhnya.

Meskipun demikian, ada juga nelayan yang nekat memberanikan diri mencari ikan, karena terhimpit dengan kebutuhan ekonomi. Hanya saja, jaraknya tidak terlalu ke tengah laut karena hawatir gelombang tinggi datang dengan tiba-tiba.

“Hasilnya lumayan membantu dan harganya sedikit mahal, karena stok ikan laut yang terbatas,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00