Maksimalkan 'Kampung Tangguh' Menuju Tatanan Kehidupan Baru

Salah satu kampung tangguh yang dibentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. (Foto Diana).

KBRN, Situbondo: Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, memaksimalkan fungsi kampung tangguh, untuk melatih kemandirian warganya dalam menghadapi paparan COVID-19.

Ada dua desa yang menjadi percontohan kampung tangguh, yakni Desa Olean Kecamatan Situbondo, dan Desa Tenggir Kecamatan Panji. Warga di dua desa itu angka positif COVID-19 paling tinggi dibandingkan desa lainnya, yakni mencapai 30 orang.

Kapolres Situbondo, AKBP Sugandi mengemukakan, kampung tangguh dibentuk di tingkat RW atau dusun. Warga di kampung tangguh ini menerapakan protokol kesehatan COVID-19 dalam kesehariannya, agar mereka terbiasa melakukan upaya pencegahan tidak terpapar COVID-19.

"Warga kampung tangguh ini harus memasuki tatanan kehidupan baru atau yang lebih familiar dengan 'New Normal'. Mereka harus terbiasa bermasker, hidup bersih dan sehat, mencuci tangan setelah aktivitas dan menghindari kerumunan," beber Sugandi kepada RRI, Selasa (2/6/2020).

Di kampung tangguh itu, lanjut Sugandi, tersedia dapur umum dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum warga yang menjalani isolasi mandiri. Pos pengamanan juga disiagakan, termasuk tersedianya lumbung pangan dan pos kesehatan.

Warga kampung tangguh juga dilatih tentang pemulasaran jenazah COVID-19 agar jika ada warga positif virus corona yang meninggal, mereka bisa memakamkan sesuai protokol COVID-19, tidak perlu menunggu tim medis.

"Jadi mereka memang benar-benar dilatih untuk mandiri dalam segala hal, pemerintah sebatas memfasilitasi sarana prasarana yang dibutuhkan," ujar mantan Kapolres Pacitan ini.

Sugandi mengaku sudah ada 6 kampung tangguh yang dibentuk, diantaranya, di lingkungan perumahan Panji Kelurahan Mimbaan Kecamatan Panji, di RW 04 Kelurahan Dawuhan Kecamatan Situbondo, Desa Tlogosari Kecamatan Sumbermalang, Desa Wonorejo Kecamatan Banyuputih, Desa Olean Kecamatan Situbondo, dan Desa Tenggir Kecamatan Panji.

"Dua desa yaitu Olean dan Tenggir yang kita fokuskan untuk dibuat percontohan. Karena di desa ini warga yang terpapar virus corona ada sekitar 30 orang," bebernya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Abu Bakar Abdi mengaku, bahwa kampung tangguh di Desa Olean dan Tenggir persiapannya sudah hampir 100 persen, seperti pos kesehatan, lumbung pangan, tempat pemakaman dan pos keamanan.

"Sudah hampir 100 persen persiapannya dan dalam minggu ini akan diresmikan," kata Abu yang juga Plt Kepala Dinas Kesehatan.

Kata Abu, warga Desa Olean dan Tenggir mayoritas warganya merupakan jemaah masjid Baitur Rahman Desa Olean, titik penularan pertama COVID-19 bagi warga di dua desa tersebut.

"Tambahan 31 orang yang positif corona itu, penularannya masih seputar masjid Olean," tegas Abu Bakar Abdi. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00