Transmisi Lokal Dominasi Penularan Covid-19 di Bali

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra. (Istimewa)

KBRN, Denpasar : Angka pasien positif COVID-19 di Bali secara kumulatif kembali bertambah. Kali ini, transmisi lokal mendominasi penularan virus corona di Pulau Dewata.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengakui, pasien positif saat ini tak lagi didominasi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Menurutnya, angka penularan melalui transmisi lokal kini mulai merangkak naik. 

"Setiap angka yang disumbangkan oleh transmisi lokal ini adalah produk dari beberapa hal. Yang pertama adalah karena ketidaktahuan, banyak diantara warga masyarakat kita yang tidak kalau dirinya terinfeksi. Ini yang disebut dengan nama OTG. Mengapa terinfeksi, ini juga penyebabnya adalah, mungkin karena ketidakdisiplinan, yang kedua bisa juga karena ketidakpedulian, dan yang berikutnya juga bisa karena ketidaktahuan," ungkapnya di Denpasar, Senin (1/6/2020).

Pengendalian penularan melalui transmisi lokal kata Dewa Indra menjadi tanggung jawab bersama. Upaya untuk mengendalikan transmisi lokal disebut memerlukan kepedulian, dan koordinasi yang baik, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, desa, desa adat, banjar hingga tokoh agama dan masyarakat.

"Karena dengan kepemimpinan yang kuat untuk meyakinkan dan mengajak masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan, maka sesungguhnya transmisi lokal ini bisa kita hindari, bisa kita kurangi bersama-sama," tegas Sekda Provinsi Bali itu. 

"Jadi kalau angka transmisi lokal ini masih terus bergerak naik, maka ini adalah suatu tantangan bagi kepemimpinan kita semua, untuk terus mengerahkan energi, dan sumber daya," lanjutnya. 

Pembaharuan data dalam 24 jam terakhir, pasien positif bertambah 17 orang, terdiri dari 8 PMI dan 9 transmisi lokal. Secara kumulatif pasien positif COVID-19 di Bali sebanyak 482 orang. 

Jumlah pasien sembuh sampai saat ini mencapai 334 orang. Sedangkan pasien yang meninggal dunia bertambah 1 orang. 

"Pasien yang meninggal bertambah 1 orang. Ini artinya jumlah pasien meninggal dunia saat ini menjadi 5 orang. Sementara jumlah pasien dalam perawatan atau kasus aktif sebanyak 143 orang. Pasien dalam kasus aktif itu kini berada di 8 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT RS Nyitdah, dan BPK Pering," urai Dewa Made Indra.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00