Pendidikan Aman Bencana Jelang Tahun Ajaran Baru

KBRN, Palu    : Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memperpanjang masa belajar dari rumah bagi siswa PAUD, SD dan SMP negeri maupun swasta, hingga tanggal 11 Juli 2020 saat akan dimulainya tahun ajaran baru.

“Perpanjangan masa belajar dari rumah itu sampai dengan dimulainya tahun ajaran baru tanggal 11 Juli 2020. Hal ini demi menjaga kesehatan dan keselamatan bersama sambil mempersiapkan penerapan strategi baru, “ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi, Senin (1/06/2020).

Memasuki tahun ajaran baru 2020 - 2021 tersebut, pihaknya tengah menyiapkan strategi mewujudkan kesiapsiagaan atau mitigasi bencana alam maupun non alam, terutama pada kondisi kedaruratan pada era tatanan kehidupan baru. Implementasi kebijakan mitigasi bencana itu dilakukan melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana atau SPAB.

“Satuan pendidikan aman bencana itu adalah upaya kita agar sekolah itu memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, baik sebelum, pada saat maupun pasca bencana atau pemulihan, “ tambahnya.

Berkaitan dengan karakteristik Kota Palu yang rentan bencana alam, maka mitigasi bencana yang dokumennya sudah mulai diterapkan dimasa pemulihan ini ( aksi rehabilitasi dan rekonstruksi bencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi, red ), menjadi acuan pada masa pandemi Covid 19 dan tatanan kehidupan baru.

“Apalagi kita di Palu baru dua tahun pemulihan, diperhadapkan lagi pandemi covid 19. Maka jelang tahun ajaran baru nanti, strategi mitigasi bencana menjadi modal untuk memulai di sekolah," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala SDN 1 Tatura, Ni Nyoman Suhermi, MPd mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan sarana prasarana pendukung seperti tempat mencuci tangah, pengaturan jarak kursi dan meja dalam kelas, pembiasaan pola hidup bersih dan sehat, jalur evakuasi serta peningkatan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi.

“Kita harus mempersiapkan itu sebelum anak anak mulai masuk pada tahap new normal itu. Tentu selain prasarana, juga peningkatan kompetensi guru dalam mendukung belajar daring dan memanfaatkan teknologi," kata guru teladan nasional ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00