Banten Perpanjang Masa Belajar di Rumah

Ilustrasi proses belajar .jpeg

KBRN, Jakarta: Terhitung dari Jumat (29/5/2020) kemarin, provinsi Banten memiliki 845 kasus positif, 217 orang dinyatakan sembuh, dan 69 orang lainnya meninggal.

Maka dari itu, pemerintah Provinsi Banten mengeluarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Terrkait hal itu pula, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten memperpanjang waktu belajar dari rumah hingga 15 Juni 2020 bagi seluruh pelajar SMA/SMK/SKh se-Provinsi Banten.

Pengumuman ini disampaikan melalui surat edaran yang ditandatangani langsung Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten HM Yusuf tertanggal 29 Mei 2020. Dalam surat disebutkan bahwa keputusan ini sebagai kelanjutan dari Instruksi Gubernur Banten Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perpanjangan Waktu Libur Proses Belajar Mengajar di Sekolah.

"Proses belajar dari rumah diperpanjang sampai 15 Juni 2020," demikian isi surat tersebut dikutip RRI, Sabtu (30/5/2020).

Selain itu, keputusan juga didasarkan pada Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19).

Selain perpanjangan waktu belajar dari rumah, disebutkan tentang pelaksanaan penilaian akhir tahun untuk kenaikan kelas sesuai kalender akademik. Penilaian terhadap masing-masing siswa dilaksanakan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan bentuk asesmen jarak jauh lain.

Sementara itu pengawas dan kepada satuan pelaksana pendidikan SMA/SMK/SKh harus melakukan monitoring, evaluasi, dan pendampingan pada satuan pendidikan yang menjadi binaannya. Mereka juga harus melaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui email upttikpbanten@gmail.com dan Kepala Cabang Dinas masing-masing wilayah kerja.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00