Biak Numfor dan Sepiori Lancarkan Penutupan Terbatas

KBRN, Biak: Akses lalu lintas darat hingga laut di wilayah Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori, Provinsi Papua, mulai dibatasi untuk sementara sebagai upaya pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan Covid-19. 

"Kondisi terakhir di Biak Numfor maupun Supiori telah memiliki pasien terkonfirmasi Covid-19, sehingga untuk sementara waktu akses masuk dan keluar ditutup," kata Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, usai rapat bersama Bupati Kabupaten Supiori Jules F Warikar di Guest House, Jumat ( 29/5/2020).

Herry menyatakan, penutupan akses bukan berarti secara total, melainkan tetap memperhatikan aktivitas bidang tertentu seperti kesehatan, pengangkutan bahan makanan, dan kebutuhan masyarakat lainnya tetap berjalan.

Diungkapkan, saat ini di Biak Numfor memiliki pasien terkonfirmasi positif 33 orang, 7 diantaranya sembuh termasuk pasien asal Supiori. Pihaknya, juga telah mengirim 110 spesimien Swab ke Jayapura. 

"Selanjutnya kami telah perintahkan Sekda Biak dan Supiori serta para asisten untuk membuat kerjasama maupun protokoler Covid-19, terkait teknis pelaksanaan penutupan sementara akses perjalanan masuk dan keluar Biak Numfor-Supiori,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Supiori Jules F Warikar mengaku, mendukung Surat Edaran (SE) dikeluarkan Bupati Biak Numfor atas kebijakan penutupan sementara akses darat maupun laut, keluar dan masuk dari Biak Numfor maupun Supiori.

“Kami mendukung kebijakan Bupati Biak Numfor karena ini bukan hanya untuk kepentingan warga masyarakat Biak Numfora tapi juga warga Supiori sehingga akan ada protokler yang tepat yang ditetapkan nantinya seperti adanya surat ijin keluar masuk yang dikeluarkan Tim Gugus Tugas bagi warga yang akan melintas ke atau dari Supiori dan Biak,” ujar Jules didamping Sekda Supiori Ferra Wanggai.

Jules mengimbau, warga Supiori memahami kebijakan dikeluarkan Pemda Supiori dan Biak Numfor, demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Supiori, hingga hari ini 29 Mei 2020 tercatat 2 pasien terkonfirmasi Covid-19 telah sembuh dan pulang, namun untuk jumlah OTG masih cukup banyak mencapai 89 orang, sedangkan ODP berjumlah 11 orang,” ungkap Jules.

Sebelumnya, Bupati Biak Numfor mengeluarkan SE tentang Karantina Wilayah Perbatasan Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori tertanggal 30 April 2020.

Kemudian diperbaharui dengan SE Tentang Pembatasan Sementara Akses Masuk dan Keluar Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori, dikeluarkan tanggal 22 Mei 2020 untuk diberlakukan mulai tanggal 25 Mei 2020, hingga berakhir sesuai pemberitahuan lebih lanjut.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00