Lagi, Pedagang Pasar Dinyatakan Reaktif

KBRN, Purbalingga: Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Dinas Kesehatan menggelar rapid test massal di empat pasar besar, serta di pusat penjualan buah dan toko alat rumah tangga.

"Dari sampel sekitar 300 orang yang menjalani test, ditemukan tujuh orang reaktif covid, Semua yang reaktif berasal dari pedagang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga Hanung Wikantono, disela-sela kegiatan rapid test massal, Kamis (28/5/2020).

Empat pasar besar yang dilakukan test masing-masing di Pasar Segamas, Pasar Hewan, Pasar Bobotsari, Pasar Bukateja, dan pusat penjualan buah Lingga di Jalan Jenderal Soedirman, serta toko penjualan alat rumah tangga di Jalan DI Panjaitan.

Hanung menjelaskan, tujuh orang yang reaktif masing-masing didapat dari sampling pasar Bobotsari sebanyak lima orang, dan dua lainnya dari pasar Bukateja.

"Sampling kami ambil dari pedagang, pembeli, tukang ojek, dan karyawan toko di kompleks pasar,” ujar Hanung.

Terhadap orang yang diketahui reaktif, langsung dilakukan contact tracing atau penelusuran kontak terdekat dengan bersangkutan seperti piihak keluarga.

“Standar prosedur yang kami lakukan, terhadap orang yang reaktif saat rapid test, selanjutnya diminta untuk isolasi di rumah sakit dan kemudian dilakukan test PCR (Polymerase Chain Reaction),” ujar Hanung.

Sementara itu, Bupati Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan, pihaknya terus bekerja keras melakukan pencegahan penyebaran Covid-19, apalagi Purbalingga masih masuk zona merah, dan merupakan pasien terbanyak ke-lima di Jawa Tengah.

“Pasien covid positif di Purbalingga saat ini sudah 55 orang. Dari jumlah itu memang sudah ada yang sembuh 25 orang, dan sisanya satu orang meninggal, dan 28 masih dirawat. Selain itu ada  20 pasien dalam pengawasan yang meninggal sebelum diketahui status covidnya,” terangnya sela meninjau kegiatan rapid test.

Ketika mengunjungi Pasar Hewan Purbalingga, Tiwi menunjukkan ekspresi kecewa, karena kesadaran pedagang dan pengunjung pasar hewan masih rendah dalam menggunakan masker, meski imbauan sering dilakukan. Melihat kondisi tersebut, sebanyak 1.000 masker dibagikan untuk dipakai pedagang dan pengunjung.

“Kalau untuk pasar Segamas, pasar Bukateja, dan pasar Bobotsari, kesadaran pedagang dan pengunjung sudah mulai membaik. Di pasar hewan banyak yang tidak mengenakan masker, dan banyak pula yang masih berjubel berkerumun,” tuntasnya. 

Seperti diketahui, beberapa hari terakhir rapid tes massal dilakukan terhadap sejumlah pedagang pasar pada sejumlah daerah di tanah air, juga menunjukkan hasil reaktif (ada reaksi terhadap keberadaan antibodi) terpapar Covid-19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00