Tolak Batas Waktu Jualan, Dua Provokator Diamankan

KBRN, Pekanbaru: Dua orang diduga provokator berinisial FM (40) dan AS (36) dalam kerusuhan penolakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Dumai ditangkap polisi. 

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi melalui Kabid Humas Kombes Pol Sunarto mengatakan, kedua pria ini ditangkap karena tidak terima tindakan petugas dari Satpol PP memberikan imbauan tentang pembatasan waktu jualan sampai pukul 18.00 WIB.

“Tindakan ini kami ambil sebagai upaya terakhir setelah berbagai upaya imbauan tidak diindahkan para pelaku. Apalagi dengan melawan petugas serta melakukan pengerusakan, PSBB harus kita patuhi bersama, butuh pemahaman dan kesadaran kita semua,” kata Sunarto, Sabtu (23/5/2020). 

Sunarto menyatakan, kejadian berawal pada Senin 18 Mei sekitar jam 21.15 WIB, di Jalan Sudirman tepatnya di depan salah satu hotel di Kelurahan Bintan Dumai Kota.

Saat tim tindak gugus tugas PSBB sedang bertugas dalam rangka penegakan hukum penanganan Covid 19 sesuai Peraturan Walikota (Perwali) Dumai Nomor 34 Tahun 2020 tanggal 15 Mei 2020, tentang pedoman pembatasan sosial berskala besar dalam penanganan Covid-19, menertibkan dan membubarkan kegiatan masyarakat karena telah melewati batas waktu sesuai aturan Perwali yakni sampai pukul 18.00 WIB. 

Tiba-tiba sekelompok massa lebih kurang 300 orang berteriak-teriak meminta agar petugas menghentikan kegiatan penegakan hukum pelanggaran PSBB. 

Lantas, lanjut Sunarto, sebagian dari massa menendang dan menarik water barier, plang kegiatan PSBB dan traffic cone (kerucut lalu lintas) yang di gunakan petugas. Akibat dari perbuatan tersebut terlihat travic cone berantakan dan plang kegiatan rusak.

“Harus kita cegah bersama sama dengan memutus mata rantai penyebarannya, PSBB sebagai langkah efektif untuk itu”, pungkas Narto.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00