Pasien PDP Situbondo Hamil 7 Bulan Meninggal

RSUD Abdoer Rahem Situbondo, rumah sakit rujukan pasien COVID-19. (Foto Diana).

KBRN, Situbondo: Seorang ibu muda mengandung 7 bulan berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) warga Desa Tenggir, Kecamatan Panji, Situbondo, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSUD Abdoer Rahem selama beberapa hari.

"Benar memang, ada ibu hamil yang berstatus meninggal pada pukul 10.00 WIB tadi. Ia dirawat dengan keluhan sesak nafas dan batuk," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Situbondo  Abu Bakar Abdi, Jumat (22/5/2020).

Abu menyatakan, PDP yang tinggal di sekitar Masjid Baitur Rahman Desa Olean itu, sebelumnya dilakukan rapid test dan hasilnya non-reaktif. Namun karena gejalanya mirip COVID-19, akhirnya tetap dilakukan pemeriksaan lanjutan atau swab.

"Kami sudah mengirim swabnya, dan hingga hari ini hasilna belum diketahui. Sedangkan untuk pemakaman kami menerapkan protokol kesehatan COVID-19," terangnya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo dr Toni mengaku, bahwa PDP tersebut telah menjalani perawatan di Ruang Wijaya Kusuma dengan keluhan sesak nafas dan batuk.

"Iya benar, PDP wanita yang hamil 7 bulan meninggal dunia, dengan keluhan sesak nafas dan batuk," tegasnya.

Berdasarkan peta sebaran COVID-19, pasien dalam pengawasan (PDP) tercatat sebanyak 38 orang. Rinciannya, 4 orang menjalani rawat inap, 3 orang isolasi mandiri, 1 orang meninggal dunia, selebihnya sudah selesai pengawasan.

Sedangkan status orang dalam pemantauan (ODP), sebanyak 420 orang dengan rincian, 1 orang rawat inap, 90 orang isolasi mandiri dan selebihnya selesai dipantau.

"Kalau yang positif, dari 12 orang sudah tersisa satu orang, namun kondisinya sehat dan sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya," imbuh Abu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00