New Normal Diterapkan Sejak Wilayah Zero Covid-19

Warga nampak belanja keperluan lebaran (Ant/Novrian Arbi)

KBRN, Mataram : The new normal merupakan istilah dimana manusia harus mampu menyesuaikan diri dan berdamai dengan kondisi pencegahan Covid-19.

Penerapan new normal jika memang disetujui, akan segera dimulai realisasinya di sejumlah daerah Indonesia.

Penerapan konsep masyarakat produktif di tengah wabah ini, tetap merujuk pada penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus Corona secara ketat. 

"Kita mulai dari Daerah-daerah kabupaten/kota yang saat ini masih bebas kasus penularan Covid 19", ujar Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, saat rakor virtual terkait "Perumusan Protokol Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19", bersama Menko PMK, Menko Marinves, Mendagri, Menkes, Menko Polhukam, Kepala Staf Kepresidenan, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BNPB dan Gubernur seluruh Indonesia.

Wagub dan Sekda NTB (Dok. Istimewa)

Menurut Airlangga, saat ini terdapat 124 kabupate-kota yang masih berada di zona hijau atau belum ditemukan kasus terkonfirmasi positif virus Corona di Tanah Air. 

"Pada Zona hijau ini akan dipersiapkan untuk tetap beraktivitas dan berproduksi, menggerakan roda ekonomi. Beberapa pasar atau fasilitas umum dengan kajian mendalam secara perlahan akan dibuka, namun tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat," terangnya dalam siaran pers, Jumat (22/5/2020).

Hal ini penting dilakukan, kata Menko Airlangga, karena hingga saat ini belum ditemukan vaksin Corona, sehingga kondisi ini diperkirakan akan berlangsung lama. 

Ia menjelaskan, bahwa sesuai arahan Presiden Joko Widodo, masyarakat harus mulai dipersiapkan agar saatnya nanti dapat berkompromi, hidup berdampingan, dan berdamai dengan Covid-19 namun tetap produktif.

Memulai aktivitas seperti biasa dengan tatanan kehidupan baru, namun tetap memperhatikan dan menjaga ketat protokol Covid-19.

“Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum masyarakat nantinya dapat beraktifitas kembali dengan kondisi normal baru menerapkan Pola Hidup Bersih Sehat dan Protokol Covid tentunya,” kata Airlangga. 

Secara tidak langsung, akan banyak yang berubah dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Harapannya, perubahan yang sudah terjadi ke depan akan terus menjadi kebiasaan masyarakat, yaitu pola hidup sehat dan masyarakat agar lebih melek digital.

Sedangkan 391 kabupaten dan kota lainnya dan seluruh Provinsi di Indonesia, termasuk NTB masih menjadi daerah Zona Merah.

Oleh sebab itu, bagi daerah yang masih berada di zona merah diharapkan mempersiapkan diri, termasuk penerapan protokol dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

"Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu provinsi berada dalam zona merah. Karena itu perlu mempersiapkan diri. Apabila trend penyembuhan Covid-19 ini terus menurun, aktivitas masyarakat yang produktif akan bisa diterapkan," imbuhnya.

Selanjutnya : Produktif Aman Covid

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00