Keluarga Menanti Jenazah Riki Rivaldi di Ternate

Ilustrasi kapal ikan Cina.(Dok.Ist)

KBRN, Ternate: Kabar duka kembali terjadi dari industri perikanan internasional. Riki Rivaldi yang tidak lain adalah pekerja migran Indonesia dari Ternate, Maluku Utara. Dia meregang nyawa di Kapal Ikan Harvest 352. Lagi, kapal itu berbendera Cina dan Riki merupakan salah satu anak buah kapal (ABK).

Menurut keterangan kuasa hukum keluarga Riki dari Kantor Hukum Satudarah & partners, Ridho Fachry, bahwa pemeriksaan telah dilakukan di salah satu rumah sakit di Abidjan, Pantai Gading, Afrika Barat. Pemeriksaan itu, ternyata demi memastikan positif atau tidak Covid-19.

“Kalau informasi yang diterima dari pihak perusahan PT Delta Samudra Berjaya melalui Pak Warsito, yang katanya, ‘jenazah sementara dilakukan pemeriksaan di salah satu rumah sakit di sana dan hasilnya akan diketahui 6 hari kedepan’,” ungkap Ridho saat dikonfrimasi RRI via henpon, Jumat (22/5/2020).

Selain pihak perusahan, Ridho juga menjelaskan sudah mendapat informasi yang sama dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Dakar, Senegal.

“Kalau dari KBRI Dakar, Senegal juga menyampaikan hal yang  sama, bahwa jenazah masih dalam pemeriksaan tes untuk diketahui penyebab meninggalnya almarhum, dikarenakan Covid-19 atau tidak. Jika almarhum meninggal bukan karena Covid-19, maka akan dilakukan proses autopsi” terang Ridho.

Baca juga: Lagi, Satu ABK Asal Ternate Meninggal di Afrika Barat

Proses autopsi, kata dia, akan tetap menunggu persetujuan kelaurga almarhum di Indonesia, khususnya di Ternate, Maluku Utara.

Jenazah

Sedangkan, soal rencena pemulangan jenazah sesuai dengan permintaan pihak kelurga, Ridho juga sudah memiliki pilihan. Sebab, hingga saat ini KBRI di Dakar belum memberikan kepastian waktu pemulangan jenazah Riki Rivaldi.

“Tapi, KBRI Dakar, Senegal masih terus berupaya. Sehingga apa yang menjadi keinginan keluarga terkait dengan pemulangan jenazah ke Tanah Air dapat dilakukan,” ujar Ridho.

Selain itu, dia menjamin KBRI pemulangan jenazah dengan berbagai mekanisme yang berlaku. Sebab, kata dia, pihak keluarga Riki telah menanti kepulangan jenazah untuk dimakamkan di Ternate.

Dalam kasus kematian Riki di Harvest 352 telah menambah deretan kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di kapal ikan berbendera Cina. Tiga ABK Cina asal Kota Ternate sebelumnya juga telah mati saat bertugas di laut lepas.  Tiga ABK Cina itu adalah, Saldi Djainudin, M. Arifqi Maulana Ramli dan Rian Bahri. Mereka diketahui merupakan warga Kelurahan Rua Kecamatan, Pulau Ternate.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00