Pawai Takbir Dilarang, Pintu Masuk Bima Ditutup

Tumpukan warga luar Kota Bima, yang hendak belanja lebaran di Kota Bima mejalani pemerisaan di Batas Kota.
Tenaga Kesehatan Kota Bima, memeriksa kesehatan warga luar yang masuk.

KBRN, Kota Bima : Kepolisian Resor Bima Kota, Nusa Tenggara Barat (NTB) menutup pintu keluar masuk Kota Bima, pada malam Takbir menjelang Hari Raya Idhul Fitri 144o Hijriyah. Penutupan Pintu masuk ini untuk menghindari adanya pawai takbir keliling yang dilakukan oleh masyarakat baik Kota Bima maupun luar wilayah Kota Bima. 

Kapolres Bima Kota, AKBP Haryo Tejo Wicaksono mengatakan, semua warga yang berasal dari luar Kota Bima akan diarahkan untuk kembali, begitu juga warga Kota Bima, yang keluar. Hal ini untuk menjaga keamanan wilayah Kota Bima dan mencegah penyebaran covid-19 pada puncak perayaan Idul Fitri 1440 H.

“Tidak ada toleransi, sesuai dengan SE Gubernur, jika ada warga yang masuk Kota Bima, apalagi melakukan pawai Takbiran, maka akan kami suruh putar balik,” katanya, Jum’at (22/5/2020).

Dalam penyekatan penuh ini, Polres Bima Kota akan menurunkan sekitar 400 personel ditambah 1 kompi Brimob dan 1 pleton TNI. Haryo Tejo meminta warga luar Kota Bima, yang hendak masuk Kota Bima, untuk menunda niatnya. Ketetapan ini, juga berlaku bagi warga Kota Bima, yang bermaksud keluar Kota Bima. 

“Secara tegas, Kami sudah menetapkan pelarangan pawai takbir keliling masuk ke Kota Bima,” tambahnya.

Ada tiga pintu masuk ke Kota Bima, yakni di Batas Kota, Perbatasan Wawo dan Perbatasan Wera Kabupaten Bima.

Jika di Kota Bima memberlakukan tindakan tegas pelarangan pawai takbir, di kabupaten Dompu sedikit ada kelonggaran. Polisi hanya menghimbau saja jika ada yang nekat melakukan pawai takbir keliling.

Waka Polres Dompu, Kompol I Nyowan Adi Kurniawan, mengatakan, dalam menjalankan SE Gubernur dan SE Bupati terkait pelaksanaan Hari Raya Idhul Fitri, hanya menggunakan sikap prefentif.

“Sepertiga kekuatan kami yang diterjunkan khusus menjaga keamanan untuk mengatisipasi kejahatan jalanan. Untuk Pawai Takbir Keliling, kami hanya menghimbau saja,” katanya terpisah.

Meski tidak akan memberlakukan saksi tegas, namun Polres Dompu, dengan sepertiga kekuatannya, sejak pemberlakukan pembatasan sosial, gencar melakukan patroli. Ini dilakukan, untuk memberi rasa aman warga, dalam beraktifitas dan meminimalisir terjadinya aksi kejahatan jalanan. Peningkatan patroli dilakukan, terutama di jam-jam sibuk dan jam-jam rawan kejahatan, termasuk di tempat keramaian dan pusat perbelanjaan. 

“termasuk Obyek Wisata yang biasanya ramai dikunjungi saat libur lebaran,” tambahnya.

Di kabupaten Bima, Pemkab bersama Ormas Islam, MUI dan Kepolisian, sepakat untuk tidak menggelar Sholat Idhul Fitri tahun ini. Surat Edaran Bupati yang ditandatangi Ormas Islam, Kapolres, Komandan Kodim, FUI dan Kemenag ini, meminta warga untuk melaksanakan Sholat Idhul Fitri di rumah bersama keluarga.

Pemberlakukan ini, khususnya di lima kecamatan yang terdapat kasus positif Covid-19. Di Kabupaten Bima, saat ini terdapat lima kecamatan yang masuk Zona Merah yakni Kecamatan Sanggar, Bolo, Ambalawi, Lambu dan Sape. 

“Perberlakuan ini disemua kecamatan untuk mengindari adanya warga lain kecamata, terutama kecamatan zona merah untuk mendatangi lokasi sholat Idhu Fitri,” kata Kabag Kesra Setda Bima, Zainudin.

Perlu di ketahui, dari tiga wilayah ini, hanya Kota Bima yang secara de fakto, sudah dalam kondisi zona hijau. Di Kota bertajuk “Kota Tepian Air” ini, terdapat dua kasus, satu dinyatakan sembuh dan satu menjalani perawatan di Pulau Lombok.

Di Kabupaten Bima, saat ini tersisa 5 kasus positif yang tersebar di lima kecamatan, sementara di Kabupaten Dompu masih terdapat 12 kasus postif covid-19. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00