Peminat Kartu Pra Kerja di Cimahi Masih Minim

Pendaftaran online Kartu Prakerja di Cimahi

KBRN, Cimahi : Pendaftaran Kartu Prakerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Cimahi, yang dibuka sejak 3 pekan lalu, hingga saat ini masih minim peminat meskipun tingkat pengangguran di kota Cimahi masih cukup tinggi.

Berdasarkan pantauan RRI di lokasi pendaftaran, Aula Gedung B Komplek Perkantoran Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Harjakusumah Cibabat, Kota Cimahi, Rabu (6/5/2020), hanya terlihat beberapa orang calon pencari kerja yang sedang melakukan proses pendaftaran.

Hastuti(43) tahun pedagang kepada RRI mengaku mendaftar kartu prakerja karena ingin mendapatkan pekerjaan guna memenuhi kebutuhan keluarga, karena saat ini suaminya sedang menganggur dan tidak memiliki penghasilan.

"Ini sudah mendaftar tetapi masih dalam proses, ga tau diterima apa tidak. Tetapi tadi daftarnya secara online tidak ada kendala karena dibantu oleh petugas," ujarnya.

Menurut Hastuti, musim pandemi Corona saat ini ia tidak memiliki mata pencaharian sehingga untuk makan saja susah, karena sejak ada penerapan PSBB ia sudah tidak jualan lagi akibat tidak ada yang membeli.

Kasi Pelatihan dan Produktivitas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kita Cimahi Tresna Nuramdani ketika dikonfirmasi RRI menjelaskan, pencari kerja yang mendaftar pada program kartu prakerja baru 195, sedang yang berhasil lolospun sangat minim.

"Ada yang berhasil ada yang tidak, maksudnya berhasil itu dalam artian proses berjalan sampai selesai, masih tahap menunggu dan tidak lolos untuk tahap selanjutnya. Untuk yang lolos belum ada yang melapor namun  dari jumlah yang daftar ada 5 yang terlihat bisa lolos.

Menyinggung kuota untuk karti prakerja di Cimahi, Tresna mengungkapkan, tidak ada pembatasan kuota hingga saat ini, sedang kualifikasi yang mendaftar adalah tenaga kerja yang dirumahkan (PHK), yang mencari pekerjaan dan yang mencari pelatihan secara online.

"Ada banyak konten pelatihan yang disiapkan mencapai 1.200 yang ditawarkan oleh pemerintah pusat namun berbayar, yang didebet secara otomatis dari rekening mereka namun dananya dari pemerintah," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00