Tak Benar, Perusda Wisata Bahari Situbondo Bangkrut

Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto, saat diwawancarai wartawan. (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo: Pemerintah daerah menepis tudingan Perusahan Daerah (Perusda) Wisata Bahari Pasir Putih bangkrut.

Hal itu diutarakan oleh Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto Perusda Wisata Bahari Pasir Putih hanya mengalami penurunan pendapatan dari sektor pariwisata.

Penurunan pendapat itu, kata Dadang karena adanya pandemi COVID-19.

"Perusda Pasir Putih ini kan mengandalkan full pariwisata. Pastinya, dampak COVID-19 ini pukulan telak bagi Pasir Putih, karena orang sudah tidak mencari tempat untuk rekreasi dan menginap," ujar Bupati saat dikonfirmasi RRI, Rabu (6/5/2020).

Bahkan, seluruh karyawan Perusda Pasir Putih dirumahkan, dan akan dipanggil untuk bekerja lagi jika keadaan sudah kembali normal.

Bagi karyawan yang dirumahkan ini, pemerintah daerah bertanggung jawab untuk memberikan bantuan sosial.

"Mereka yang dirumahkan harus dapat bantuan sosial dari perusahaan. Kalau pihak perusahaan tidak mampu, ya koordinasikan dengan pemkab," beber Dadang.

Jika keadaan sudah kembali normal, pemerintah mentargetkan Perusahaan Daerah Wisata Bahari Pasir Putih mampu menyerap sebanyak-banyaknya tamu atau pengunjung, guna memulihkan kembali kondisi seperti semula.

"Pemerintah bertugas untuk memfasilitasi, serta mendorong perusda agar setelah COVID-19 berakhir, bisa menyerap sebanyak-banyaknya tamu," kata Dadang.

Diinformasikan sebelumnya, sekitar 70 orang karyawan Perusahaan Daerah Wisata Bahari Pasir Putih dirumahkan per 1 Mei 2020. Sebab perusahaan sudah tidak mampu membayar gaji mereka.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00