Akses Masuk ke Kota Tidore Kepulauan akan Ditutup

Terpisah Kapolres Tidore AKBP. Yohanes Jalung Siram mengatakan, penutupan akses perlu adanya penambahan personil untuk mengantisipasi munculnya jalur ‘tikus’ di beberapa titik di Pulau Tidore maupun di daratan Oba. Demikian juga sosialisai penutupan akses dari dan ke Tidore memberikan informasi yang akurat sehingga tidak terjadi miskomunikasi yang dapat menimbulkan gesekan di masyarakat.

Untuk bantuan biaya hidup bagi masyarakat terdampak tidak diberikan Kapolres sarankan diberikan dalam bentuk bahan berupa Sembako seluruhnya namun juga dalam bentuk tunai, hal tersebut didasarkan pada kebutuhan yang berfariasi dari masyarakat.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Tidore Kepulauan Adam Saimima menegaskan pelanggaran terhadap Perwali yang akan diterbitkan nanti harus dilakukan secara tegas agar tidak terjadi gesekan di masyarakat mengingat penutupan akses tidak berlaku untuk pelabuhan penyeberangan ferry yang dikhususkan mengangkut sembako dan kebutuhan pokok lainnya. Selain itu, banyaknya anggota TNI/Polri maupun ASN yang bekerja di Tidore namun berdomisili di Ternate.

Wakil Walikota Muhammad Senin juga mengatakan, Pemkot tentunya akan menambah jumlah personel petugas di setiap pintu masuk Tidore yang akan ditutup selama 14 hari. Dukungan pihak keamanan sangat penting dalam rangka penegakan Perwali terkait penutupan akses dari dan ke Tidore.

Sementara terkait tekhnis penyaluran bantuan ditanggapi positif karena hal tersebut berdampak baik kepada penerima bantuan serta menekan inflasi terkait ketersediaan sembako di Kota Tidore Kepulauan.

Muhammad Senin juga menambahkan Pemda akan menyurati pimpinan dari setiap anggota TNI/Polri maupun ASN yang berdomisili di Ternate untuk memberlakukan work from home selama masa penutupan akses. Hal ini penting guna memutus mata rantai Covid-19 karena Ternate saat ini menjadi wilayah transmisi lokal.

Halaman 2 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00