Penyebaran Covid-19 Melonjak, Wali Kota Depok Minta Restu PSBB ke Ridwan Kamil

KBRN, Depok: Menghambat penyebaran virus Corona masih menjadi PR besar bagi tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Depok. Betapa tidak, kasus baru positif, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) masih meningkat tajam di Kota Depok.

Saat data terkonfirmasi positif sebanyak 71 orang, sembuh 10 orang dan meninggal dunia 8 orang. Orang Tanpa Gejala (OTG) 557 orang, selesai pemantauan 6 orang, masih dalam pemantauan 551 orang.

ODP 2196, selesai pemantauan 248 orang, masih dalam pemantauan 1948 orang. PDP 656 orang, selesai pengawasan 105 orang, masih dalam pengawasan 500 orang.

Sedangkan PDP yang meninggal dunia sebanyak 28 orang.

Dihadapkan dengan situasi ini, tim gugus tugas Covid-19 Kota Depok sedang menyusun kajian tentang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk Kota Depok. Yang terdiri dari kajian epidemologi, kajian kesiapan daerah tentang aspek ketersediaan kebutuhan hidup dasar bagi keluarga dan masyarakat, sarana dan prasarana kesehatan, anggaran dan operasionalisasi jaring pengaman sosial dan aspek keamanan.

"Kota Depok akan mengusulkan adanya PSBB Jabodetabek atau minimal Bodebek. Menyusul telah ditetapkannya PSBB untuk DKI Jakarta. Maka saat ini lebih diorientasikan untuk PSBB Bodebek atau PSBB Kota Depok secara khusus," kata Wali Kota Depok Idris Abdul Somad usai video confenrence dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Selasa (07/04/2020).

Berkenaan dengan itu, malam ini Idris akan menyampaikan surat usulan PSBB Kota Depok, beserta kajiannya kepada Gubernur Jabar. Untuk dikaji lebih lanjut dalam waktu yang secepatnya.

"Malam ini kami akan kirimkan surat usulan PSBB berikut kajiannya ke Jabar. Dan besok kami akan antar surat fisik (hard copy) nya untuk dibahas di Bandung dengan pak Gubernur," katanya. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00