Meski Ada Pandemi COVID-19, Warga Malang Tetap Antusias Donor Darah

KBRN, Malang: Antusiasme warga Kota Malang untuk mendonorkan darahnya di tengah pandemi Covid-19 masih cukup tinggi.

Terbukti, kantor Unit Tranfusi Darah (PMI) Kota Malang masih didatangi warga yang ingin mendonorkan darahnya. Pihak PMI pun sampai memasang tenda untuk memfasilitasi warga yang antre untuk mendonorkan darahnya.

Hal itu dilakukan sebagai upaya social distancing agar warga tidak berdesakan di dalam ruang UTD.

Salah seorang warga Malang, Abdul Malik misalnya, sengaja datang untuk mendonorkan darahnya. Ketika awal masuknya Covid-19 di Indonesia, stok darah PMI Kota Malang sempat menipis.

“Ada informasi kalau stok darah menipis setelah adanya Covid-19, jadi saya ingin membantu ketersediaan stok darah, bantu warga yang membutuhkan darah,” kata Malik saat ditemui di sela donor, Selasa (7/4/2020).

Selain itu, ia mengaku selama ini memang rutin donor darah di PMI Kota Malang. Malik pun menyiapkan kondisi tubuh nya agar memenuhi syarat saat akan donor darah.

“Kalau sudah rutin donor jadi kebiasaan. Untuk antisipasi Covid-19, saya pakai masker, bawa hand sanitizer juga,” tuturnya.

Sementara terkait ketersediaan stok darah di Kota Malang saat ini mencapai 655 kantong darah dengan berbagai jenis. Jumlah darah itu dinilai dapat memenuhi sebagian kebutuhan darah rumah sakit di kota pendidikan.

“Ada beberapa jenis daerah yang kita dapat memenuhi 100 persen, ada juga yang hanya bisa dipenuhi sekitar 75 persen. Jadi rata-rata bisa dipenuhi 80 persen,” ujar Kepala UTD PMI Kota Malang, Enny Sekar Rengganingati.

Ia mengakui, di awal pandemi Covid-19, jumlah pendonor berkurang hingga 60 persen, pasalnya semua jadwal mobil unit dibatalkan. Namun beberapa saat setelahnya, pendonor dari kalangan mahasiswa cukup banyak. Rata-rata sehari bisa mendapatkan pasokan 150-180 kantong darah.

“Tetapi setelah libur kuliah dan sekolah diperpanjang, pendonor dari kalangan mahasiswa menurun. Saat ini kami kerjasama dengan instansi seperti TNI untuk membantu ketersediaan darah,” ungkapnya. 

Pihaknya mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir untuk mendonorkan darahnya. Apalagi Covid-19 tidak akan menyebar melalui darah. UTD PMI Kota Malang pun berupaya menerapkan social distancing untuk mencegah penularan Covid-19. Petugas medis di UTD PMI juga menggunakan APD sesuai standar.

“Kebersihan meja dan lingkungan disini juga dibersihkan setiap tiga jam sekali,” tandas Enny. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00