Walikota Bima : Tolong Penanganan DBD Jangan Dilupakan!

KBRN, Kota Bima : Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, merupakan daerah endemis Demam Berdarah Dengeu (DBD). Tercatat tiga bulan terakhir, kasusnya mencapai 120 dan dari angka tersebut, 80 diantaranya sudah dinyatakan positif.

Bahkan, serangan tahun ini, menyeluruh di semua kecamatan. Tahun 2020 hingga Maret, DBD sudah memakan 3 orang dan rata-rata balita.

Walikota Bima, HM Lutfi meminta Dinas Kesehatan tidak hanya fokus menangani Covid-19, namun ada tim yang masih bergerak menangani DBD.

"Jangan sampai, covid bisa kita tangani, namun DBD justru makin meluas," katanya, Selasa (7/4/2020).

Lutfi mengakui, tahun ini, memang serangan DBD meningkat. Tahun 2019, DBD hanya menyerang 2 kecamatan dengan jumlah kasus dibawah 80. Berbeda dengan Covid, saat ini obat dan abate tersedia mencukupi.

Lutfi juga meminta kerjasama semua masyarakat, untuk turut membantu memimimalisir meningkatnya DBD. Peran masyarakat itu, dengan berperilaku hidup sehat.

"Sama dengan covid, salah satu pencegahan adalah PHBS. Ini peran masyarakat," tegasnya.

Dinas kesehatan, juga diminta untuk melakukan fogging di daerah-daerah endemis. Fogging harus dilakukan dengan mengacu pada SOP yang sudah menjadi ketetapan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00